fbpx
Connect with us

Sosial

Memasuki Bulan Puasa, Harga Telur dan Daging Ayam Terus Merangkak Naik

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Harga sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik saat memasuki bulan puasa ini. Dua komoditi yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah daging ayam dan telur ayam. Diperkirakan, harga kedua komoditi tersebut akan terus mengalami kenaikan hingga pasca hari raya dan disusul oleh komoditi-komoditi lainnya.

Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Argosari, Haryatmi mengatakan, sudah sejak beberapa hari ini harga daging ayam yang dijualnya terus merangkak naik. Saat ini, harga daging ayam telah menyentuh angka Rp35.000 per kilogram. Menurut Haryatmi, harga ini akan terus mengalami kenaikan hingga pasca hari raya.

“Perkiraan akan sampai ke harga Rp45.000 per kilogram,” ujar dia, Selasa (22/05/2018).

Pihaknya sendiri tak bisa mencegah kenaikan harga yang terjadi. Hal ini lantaran harga dari peternak yang diterimanya sudah cukup tinggi. Ini membuatnya harus menaikan harga di pasaran. Sebagaimana pengalamannya saat menghadapi masa hari raya seperti ini, tren harga maksimal akan terjadi tepat menjelang hari raya. Sementara untuk penurunan harga biasanya berlangsung cukup lama.

“Biasanya sampai sebulan setelah hari raya,” lanjut dia.

Hingga saat ini, meski terjadi kenaikan harga, akan tetapi tidak membuat para pembeli mengeluh. Warga masyarakat sebagian besar mewajarkan kenaikan harga yang terjadi. Walau begitu ia menambahkan, pada awal masa puasa ini, permintaan dari pasar justru tidak terlalu tinggi. Permintaan baru akan mengalami kenaikan secara pesat ketika beberapa waktu mendekati hari raya.

“Kalau sebelum puasa kemarin kenaikan permintaan sangat tinggi, tapi pas bulan puasa ini cukup menurun. Mungkin karena warung-warung makan tidak buka seharian,” lanjut dia.

Sementara itu pedagang telur di Pasar Argosari, Wonosari, Sukamti mengatakan harga telur ayam broiler masih mengalami fluktuasi. Saat ini, harga telur broiler mengalami kenaikan dan menyentuh angka Rp23.000. Dipaparkan Sukamti, kenaikan yang terjadi menurutnya tidak banyak disebabkan oleh masa puasa maupun menjelang hari raya, kenaikan harga telur terjadi karena stok telur saat ini banyak disetor untuk Program Keluarga Harapan (PKH).

“Stok menipis karena banyak telur yang disetor untuk PKH, bahkan sempat menembus harga Rp26.000 kemudian turun lagi, nanti sebentar lagi kemungkinan akan naik lagi,” terangnya.

Sementara Kepala Seksi Distribusi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Sigit Haryanto membenarkan ada kenaikan pada dua bahan pokok tersebut. Berdasarkan pantauan pihaknya, daging ayam mengalami kenaikan sebesar Rp3.000 per kilogramnya dari sebelumnya harga Rp32.000. Sementara untuk telur mengalami kenaikan Rp4.000 dari harga sebelumnya Rp21.000 per kilogram.

Untuk kebutuhan pokok lainnya, Sigit mengatakan harga masih cenderung stabil, dan belum ada kenaikan yang signifikan. Meski begitu ia mengatakan pemantauan harga terus dilakukan, untuk menghindari pedagang yang nakal mematok harga yang tidak wajar.

“Kita akan terus melakukan pengawasan,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler