fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Menhan Prabowo Resmikan 11 Sumur Bor di Gunungkidul

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Di musim kemarau seperti ini, ketersediaan air bersih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Gunungkidul. Sebab dari ribuan padukuhan yang ada masih sebagian yang selalu kesulitan mendapatkan air bersih karena dampak kekeringan. Membeli air bersih secara mandiri maupun mengajukan bantuan dari pemerintah setempat untuk droping air menjadi salah satu pemecah masalah untuk jangka pendeknya. Program-program CSR pengeboran dan pipanisasi sejak beberapa tahun lalu masuk untuk membantu warga Gunungkidul agar keluar dari permasalahan yang selalu berulang setiap tahunnya.

Seperti halnya dengan bantuan pengeboran yang dilakukan oleh Universitas Pertahanan yang memberikan bantuan pengeboran dan pipanisasi di 10 titik di Gunungkidul dan 1 titik di Kabupaten Gunungkidul. Diantaranya yakni di Padukuhan Banyakan Desa Sitimulyo, Kabupaten Bantul;Padukuhan Klegung, Kalurahan Ngoro-oro; Trosari, Kalurahan Salam; Jelok, Kalurahan Beji; Ngasinan, Kalurahan Hargomulyo; Kwarasan Wetan, Kalurahan Kedungkeris. Kemudian di Padukuhan Keposari, Kalurahan Katongan; Buyutan, Kalurahan Watusigar; Wareng, Kalurahan Wareng; Turunan, Kalurahan Girisuko; dan Duwet, Kalurahan Purwodadi.

Berita Lainnya  Melikan dan Pengkol Naik Status, Gunungkidul Kini Bebas Dari Desa Tertinggal

Rabu (09/08?2023) pagi tadi dilakukan peresmian yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Rektor Universitas Pertahanan Laksamana Madya TNI Prof Amarulla Octavian, beberapa pejabat di lingkup TNI, dan Bupati Gunungkidul.

Prabowo Subianto mengatakan, untuk melakukan pengeboran sampai selesai dan air bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di masing-masing wilayah membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 bulan lamanya. Mulai dari mencari titik yang sekiranya bisa mengeluarkan air, hingga proses-proses lainnya.

Dengan adanya bantuan kepedulian ini diharapkan mampu memecahkan permasalahan air di masing-masing daerah. Sehingga warga tak perlu membeli atau mengambil dari sumber-sumber air yang masih mengalir saat musim kemarau.

“Untuk masing-masing titik tentu biaya yang dibutuhkan berbeda. tergantung dengan tingkat kesulitan yang dihadapi, kisaran 700 juta sampai 1 miliar. Ini bukan soal nominal, namun bagaimana kerjasama yang dibentuk dan kepedulian untuk memecahkan permasalahan air di daerah,” ucap Prabowo Subianto.

Berita Lainnya  Sudah 9 Bulan, Persediaan Vaksin Polio di Gunungkidul Kosong

Pada acara tersebut, ia juga menyempatkan meninjau lokasi pengeboran dan bermain air bersama dengan anak-anak di Padukuhan Wareng. Masih ada PR yang harus diselesaikan kedepannya yakni permintaan warga di beberapa Padukuhan yang masih kesulitan air baik untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari maupun untuk ternak dan pertanian.

“Yang harus kita lakukan adalah mencari sungai bawah tanah dan air yang keluar di lepas pantai. Gunungkidul luar biasa, kami akan upayakan agar masyarakat keluar dari permasalahan kekurangan air bersih,” ucap dia.

“Saya bangga dan gembira. Semoga kedepannya berkah dan masyarakat memanfaatkan dan menjaga fasilitas yang telah dimiliki dengan baik. Air disini segar,” jelas Prabowo.

Berita Lainnya  Siaran TV Analog Dihentikan Awal November, Pemerintah Mulai Bagikan Ribuan STB Gratis

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga melakukan telekomunikasi dengan 11 padukuhan dan diberikan bantuan. Ada banyak hal yang disampaikan oleh Lurah, Dukuh maupun masyarakat utamanya tentang permasalahan pemenuhan air bersih di wilayah mereka.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh Lurah Katongan, Kapanewon Nglipar, Jumawan. Di daerahnya masih ada beberapa padukuhan yang saat ini seringkali kesulitan air bersih, misalnya saja di Padukuhan Prebutan. Ia berharap kedepannya ada bantuan semacam itu untuk peningkatan layanan masyarakat.

“Kami bersyukur mendapatkan bantuan pengeboran dan pipanisasi kemarin. Ada 160 KK yang sudah teraliri air dari pengeboran kemarin,”terang Jumawan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler