fbpx
Connect with us

Peristiwa

Paspor Dinas Ditolak, Anggota Dewan Dipulangkan Saat Kunjungan Dinas ke Jepang

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Anggota DPRD Provinsi DIY, Slamet S.Pd geram bukan kepalang setelah ditolak masuk oleh pihak imigrasi Jepang. Padahal anggota DPRD dari Dapil Gunungkidul ini datang ke Jepang dalam rangka tugas untuk melakukan pendampingan kepada Pemerintah Provinsi DIY. Ia kemudian dipulangkan ke Indonesia setelah sempat tertahan di imigrasi setelah visanya dipertanyakan.

Dijelaskan oleh Slamet, ia datang ke Jepang bersama anggota DPRD DIY lainnya yakni Suparjo (NasDem), Hamam M (PAN), Zuhrif H (PKS), dan Dwi DB (PDI Perjuangan). Kedatangan rombongan anggota dewan itu berencana akan melakukan pendampingan Pemerintah Propinsi DIY dalam kegiatan di Jepang antara tanggal 02 April sampai 08 April 2018. Dokumen perjalanan berupa paspor biru pun sudah dipersiapkan oleh Sekwan DPRD DIY dan di hendel oleh biro perjalanan PACTO.

"Tanggal 2 April kami berangkat ke Jepang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta ke Denpasar Bali conecting Bandara Narita Jepang dengan pesawat Garuda no. GA 254 pukul 20.25 dan GA 880 pukul 00.15," jelasnya, Kamis (05/04/2018) pagi.

Kemudian pada tanggal 03 April 2018 rombongan mendarat di Bandara Narita Tokyo sekitar jam 08.00 waktu setempat. Masalah mulai timbul ketika ia sampai di bagian imigrasi bandara dan ditanyakan perihal visa kunjungan. Meski sempat ditunjukan paspor biru sebagai rombongan dinas, namun pihak imigrasi tetap menolak paspor tersebut.

"Kami kaget visanya masih dipertanyakan karena sepengetahuan kami, paspor biru itu bebas visa. Oleh petugas, saya tetap nggak boleh keluar tanpa visa," geram Slamet.

Dengan dibantu beberapa petugas bandara dan pramugari Garuda yang bertindak sebagai penerjemah, ia menjelaskan kedatangannya dalam rangka kedinasan sedangkan rombongan lainnya pun sudah menunggu di luar. Slamet sendiri berjalan terpisah dari rombongan lantaran harus menggunakan kursi roda. Namun petugas tetap menahannya. Tak berapa lama kemudian, akhirnya dikembalikan lagi ke Indonesia.

"Rombongan beda pintu jadi petugasnya pun beda-beda. Saya nggak bisa masuk tapi di pintu yang lain bisa," tuturnya.

Atas kejadian tersebut Slamet telah melapor kepada pimpinan DPRD DIY, Fraksi Partai Golkar DPRD DIY, Sekwan DPRD DIY dan juga menyampaikan keluhan lewat akun media sosial Facebook Kedutaan Jepang di Indonesia.

"Saya menyesalkan atas tindakan pihak imigrasi jepang yang tak mau memberi waktu untuk saya untuk bisa berkoordinasi dengan rombongan. Hanya dalam waktu satu jam, tiket pulang pun sudah selesai dicetak," sesal dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler