Budaya
Pentas Online, Obat Kangen Untuk Pecinta Seni di Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pandemi covid 19 yang berkepanjangan memang berdampak ke berbagai sektor, tak terkecuali sektor kebudayaan. Banyak agenda besar yang berkaitan dengan kebudayaan seni, tradisi dan lainnya yang dihentikan akibat pandemi ini. Dampaknya pun luar biasa bagi pelaku seni. Mereka tak bisa berbuat banyak untuk menyikapi kondisi yang terjadi sehingga sumber pendapatan mereka hilang.
Kepala Bidang Adat, Seni dan Tradisi, Kundha Kabudayaan Kabupaten Gunungkidul, Ristu Raharja mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam hal ini Kundha Kabudayaan (Dinas Kebudayaan) kemudian mengambil langkah. Salah satu yang diterapkan yakni dengan diselenggarakannya sejumlah pertunjukan seni dengan cara online atau live streaming di channel youtube milik Kundha Kabudayaan.
Dengan demikian, para pelaku seni tetap dapat menghibur masyarakat di Gunungkidul di tengah pandemi yang terjadi. Mereka tetap bisa menyalurkan hobi dan kemampuan mereka.
“Sudah akan mulai diselenggarakan mengenai pertunjukan online ini mulai dari tari-tarian, musik dan jenis lainnya,” kata Ristu, Senin (15/06/2020).
Untuk hari Senin ini, ada 3 hiburan gelar daring yang akan ditayangkan melalui youtube Dinas Kebudayaan Gunungkidul. Selanjutnya, pada hari Selasa juga ada beberapa pagelaran seni tari. Menurut Ristu, pentas daring ini akan dilakukan paling tidak 2 sampai 3 kali dalam satu minggu. Nantinya para pelaku seni akan dilibatkan. Adapun untuk pembiayaanya menggunakan dana keistimewaan.

Setiap kali tampil, dana yang diberikan sebesar 7,5 juta rupiah untuk satu grup dengan. Dalam pertunjukan ini juga tetap menerapkan protokol kesehatan.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Seksi Seni dan tradisi, Purnawan. Dalam pertunjukan yang diadakan tetap diselenggarakan sesuai aturan yang ada. Di lokasi yang akan digunakan untuk pertunjukan dilarang ada warga yang menonton.
“Tidak untuk ditonton secara langsung, hanya melalui youtube. Harapannya juga bisa mengedukasi masyarakat,” ucap Purnawan.
Selain dari dinas, secara mandiri sejumlah komunitas juga mulai mengadakan pertunjukan seni secara online. Masyarakat tentunya selama ini haus akan hiburan untuk itu mulai diterapkan berbagai terobosan.
Salah seorang pegiat seni sinden ternama, Niken Sarintem mengatakan sejumlah rekan pegiat seni perlahan terbantu dengan pertunjungan online ini. Dirinya sudah mengikuti pertunjukan secara online sekitar 3 kali yang bekerjasama dengan sejumlah donatur.
“Jadi ada channel youtube kemudian kita live. Ya layaknya menghibur penonton itu. Unyuk bayaran tentu dari ada kiriman dari penonton online yamg request lagu sama dari donatur. Sama-sama membantu lah,” ucap dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized7 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized1 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized2 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
