fbpx
Connect with us

Budaya

Pentas Online, Obat Kangen Untuk Pecinta Seni di Gunungkidul

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Pandemi covid 19 yang berkepanjangan memang berdampak ke berbagai sektor, tak terkecuali sektor kebudayaan. Banyak agenda besar yang berkaitan dengan kebudayaan seni, tradisi dan lainnya yang dihentikan akibat pandemi ini. Dampaknya pun luar biasa bagi pelaku seni. Mereka tak bisa berbuat banyak untuk menyikapi kondisi yang terjadi sehingga sumber pendapatan mereka hilang.

Kepala Bidang Adat, Seni dan Tradisi, Kundha Kabudayaan Kabupaten Gunungkidul, Ristu Raharja mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam hal ini Kundha Kabudayaan (Dinas Kebudayaan) kemudian mengambil langkah. Salah satu yang diterapkan yakni dengan diselenggarakannya sejumlah pertunjukan seni dengan cara online atau live streaming di channel youtube milik Kundha Kabudayaan.

Dengan demikian, para pelaku seni tetap dapat menghibur masyarakat di Gunungkidul di tengah pandemi yang terjadi. Mereka tetap bisa menyalurkan hobi dan kemampuan mereka.

“Sudah akan mulai diselenggarakan mengenai pertunjukan online ini mulai dari tari-tarian, musik dan jenis lainnya,” kata Ristu, Senin (15/06/2020).

Untuk hari Senin ini, ada 3 hiburan gelar daring yang akan ditayangkan melalui youtube Dinas Kebudayaan Gunungkidul. Selanjutnya, pada hari Selasa juga ada beberapa pagelaran seni tari. Menurut Ristu, pentas daring ini akan dilakukan paling tidak 2 sampai 3 kali dalam satu minggu. Nantinya para pelaku seni akan dilibatkan. Adapun untuk pembiayaanya menggunakan dana keistimewaan.

Setiap kali tampil, dana yang diberikan sebesar 7,5 juta rupiah untuk satu grup dengan. Dalam pertunjukan ini juga tetap menerapkan protokol kesehatan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Seksi Seni dan tradisi, Purnawan. Dalam pertunjukan yang diadakan tetap diselenggarakan sesuai aturan yang ada. Di lokasi yang akan digunakan untuk pertunjukan dilarang ada warga yang menonton.

“Tidak untuk ditonton secara langsung, hanya melalui youtube. Harapannya juga bisa mengedukasi masyarakat,” ucap Purnawan.

Selain dari dinas, secara mandiri sejumlah komunitas juga mulai mengadakan pertunjukan seni secara online. Masyarakat tentunya selama ini haus akan hiburan untuk itu mulai diterapkan berbagai terobosan.

Salah seorang pegiat seni sinden ternama, Niken Sarintem mengatakan sejumlah rekan pegiat seni perlahan terbantu dengan pertunjungan online ini. Dirinya sudah mengikuti pertunjukan secara online sekitar 3 kali yang bekerjasama dengan sejumlah donatur.

“Jadi ada channel youtube kemudian kita live. Ya layaknya menghibur penonton itu. Unyuk bayaran tentu dari ada kiriman dari penonton online yamg request lagu sama dari donatur. Sama-sama membantu lah,” ucap dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler