Connect with us

Pemerintahan

Percepat Layanan Air Minum Layak dan Penanangan Stunting, Pemkab Gunungkidul Bangun 6 SPAMDes

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com) – Percepatan dan pemerataan infrastruktur dasar masyarakat terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Salah satu langkah yang dilakukan pada tahun 2026 adalah pembangunan enam Sistem Penyediaan Air Minum Desa (SPAMDes) di sejumlah wilayah yang masih membutuhkan akses air bersih dan sebagai upaya penanggulangan maupun pencegahan stunting.

Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Petumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Yuliana Dwi Arsanti, mengatakan pada tahun 2026 ini pemerintah kabupaten akan melakukan pembangunan SPAMDes yang tersebar di Kalurahan Giripurwo, Ngawu, Kedungkeris, Ngoro-oro, Patuk, dan Giricahyo.

Nantinya, masing-masing SPAMDes iki akan disalurkan ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi yang memang selama ini belum teraliri air. Ditargetkan, masing-masing mampu melayani sekitar rata-rata 29 sampai dengan 40 sambungan rumah (SR).

“Total ada sekitar 212 sambungan rumah (SR) yang terlayani oleh program SPAMDes,” terang Yuliana Dwi Arsanti, Senin, (02/06/2026).

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam realisasi program tersebut pemerintah kabupaten menganggarkan sebesar Rp 1,16 miliar. Masing-masing titik mendapatkan alokasi anggaran yang berbeda, mulai dari Rp 132 juta sampai dengan Rp 268 juta.

Adapun saat ini program pembangunan infratruktur dasar ini masih pada tahap perencanaan. Ditargetkan tahapan-tahapan realisasi atau pelaksanaan dapat dimulai pada pekan ketiga Juni 2026 dan selesai pada September mendatang.

Berita Lainnya  Polemik Pencemaran Kali Pancuran, DLH Sebut Pengusaha Tahu Enggan Bangun IPAL Mandiri

“Penyediaan air minum yang layak menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesehatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan lainnya,” tambah dia.

Selain pembangunan SPAMDes, DPUPRKP juga mengusulkan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) kepada pemerintah pusat untuk lima kalurahan dengan tingkat kesulitan akses yang cukup tinggi. Adapun kalurahan yang telah diusulkan dan sempat dilakukan survei lokasi diantaranga di Kalurahan Banyusoco, Semoyo, Tegalrejo, Pundungsari, dan Bejiharjo.

“Untuk Pamsimas yang kami usulkan ke pemerintah pusat itu sampai dengan sekarang kami masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, mengatakan akses terhadap air bersih dan sanitasi merupakan bagian penting dalam strategi penanganan stunting yang dilakukan pemerintah daerah. Untuk itu, pemerintah terus berupaya melakukan pembangunan SPAMDes, Pamsimas dan program lainnya agar dapat meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dan upaya pencegahan stunting.

Berita Lainnya  Pelantikan DPRD Terpilih Direncanakan 12 Agustus 2019, Surat MK Hingga Kini Belum Turun

“DPUPRKP memiliki peranan dalam penanganan dan pencegahan stunting di daerah melalui dukungan penyediaan air minum, SPAMdes dan sanitasi lingkungan pak, di beberapa kalurahan yg sebagian rawan stunting,” kata Rakmadian Wijayanto saat dihubungi Pidjar.com.

Berdasarkan data yang dimiliki, cakupan akses air minum layak di Gunungkidul saat ini telah mencapai 90,96 persen. Sebanyak 25 persen masyarakat memperoleh layanan melalui jaringan perpipaan PDAM, 24 persen melalui SPAMDes dan SPAMDus, sementara sisanya berasal dari sumber air mandiri seperti sumur dangkal, mata air, maupun sumur bor.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah padukuhan yang belum terjangkau layanan perpipaan sehingga pembangunan sarana air minum terus menjadi prioritas pemerintah.

Berita Lainnya  Pemda DIY Perpanjang Kebijakan Penghapusan Sanksi Denda Pajak Kendaraan Bermotor

“Air bersih dan sanitasi yang baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu intervensi melalui SPAMDes, Pamsimas maupun program sanitasi terus kami lakukan,” katanya.

Selain infrastruktur air minum, DPUPRKP juga menjalankan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bagian dari intervensi lingkungan sehat. Tahun ini Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp5,12 miliar untuk perbaikan 256 unit RTLH yang tersebar di 53 kalurahan.

“Dalam penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektoral. Dimana masing-masing memiliki ketugasan dan program yang berbeda namun terintegrasi. Di DPUPRKP selain dukungan penyediaan air bersih dan sanitasi aman, juga ada prohram RTLH dimana program ini merupakan penanganan lapis kedua,” tandas dia.

Sebagai informasi, jumlah anak stunting di Gunungkidul per Februari 2026 masih mencapai 4.453 anak atau sebesar 15,72 persen. Kasus ini tersebar di seluruh wilayah Gunungkidul, berbagai intervensi terus dilakukan pemerintah untuk menekan kasus stunting.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata20 jam yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler