Connect with us

Sosial

Perkenalkan Ima, Dara Cantik Yang Rela Panas-panasan Jualan Cilok

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Semangat meraih mimpi menjadi pengusaha kuliner tampak nyata diperlihatkan oleh Ima Wulaningsih (18) warga Karangduwet II, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari. Tanpa gengsi, gadis yang dikaruniai paras cantik ini rela berpanas-panasan menjadi penjual makanan cilok. Sebuah pilihan yang termasuk ekstrim untuk remaja seusianya yang biasanya lebih mengutamakan gengsi dalam bekerja.

Penjual cilok yang biasa menjajakan barang dagangannya di komplek SPBU Dungubah, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari itu memang menjadi sorotan publik sejak beberapa waktu terakhir ini. Terlebih, usai sebuah video yang memperlihatkan paras cantiknya tengah melayani pembeli tersebar di media sosial. Banyak netizen yang memuji Ima yang tak gengsi menjajakan cilok meski masih remaja.

Penampilan yang rapi, serta menarik itu memiliki nilai jual tersendiri. Bahkan banyak konsumen yang memilih mengantri demi untuk bisa dilayani oleh gadis cantik itu.

Ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, Ima mengatakan bahwa dirinya mempunyai cita-cita menjadi seorang pengusaha kuliner di Gunungkidul. Terutama makanan-makanan yang digemari kawula muda.

Berita Lainnya  BNP2TKI Sediakan Ribuan Slot Pelatihan Gratis Bagi Calon TKI

Untuk mewujudkan mimpinya itu, seusai lebaran kemarin dirinya meminta kepada orang tuanya untuk bisa ikut serta menjual cilok seperti apa yang dilakukan oleh mereka sejak belasan tahun terakhir.

Cita-cita Ima itu memang dimiliki sejak dirinya masih duduk di bangku SMA. Bahkan waktu ia masih sekolah, tanpa rasa malu dirinya kerap membawa dagangan untuk dijual kepada teman-teman seangkatannya. Kala itu dirinya menjual telur gulung dagangan milik ibunya.

"Kalau waktu SMP saya jualan ikan hias itu di sekolah, entah kenapa naluri saya untuk berbisnis sudah ada sejak kecil. Mungkin yang lain pengen jadi PNS, dokter atau yang lainnya, saya pengennya jadi pengusaha," kata Ima, Senin (02/07/2018).

Dengan niat serta semangat untuk meraih mimpi, gadis yang baru lulus dari MAN Wonosari itu tanpa rasa malu mangkal di sekitar Jalan Wonosari-Baron untuk berjualan. Dengan paras cantik serta dandanan menarik, pengguna jalan pun akhirnya kepincut cilok milik Ima itu.

Berita Lainnya  Dinamika Politik Pilkada Gunungkidul dan Kekhawatiran Pecahnya Muhammadiyah

"Sempat ada yang video juga. Tapi apa yang salah, saya hanya ingin mewujudkan mimpi saya menjadi pengusaha, jadi ya tidak ada malu yang penting halal," ujar Ima.

Diakui Ima, memang banyak orang yang terheran-heran dengan profesi yang ia jalani saat ini. Pasalnya, banyak remaja di usianya yang memilih bekerja di tempat orang lain dari pada membuka usaha sendiri apa lagi usaha dagang cilok. Teman-temannya banyak memilih bekerja dengan seragam maupun tempat yang nyaman daripada berpanas-panasan seperti yang ia lakukan.

"Sudah menjadi pilihan dan harus saya jalani dengan tekun, sekali lagi untuk meraih mimpi saya dan membantu ekonomi keluarga," imbuh dia.

Dalam melayani pelanggan, Ima mengaku selalu mengutamakan keramahan. Sebab ia menyadari jika berjualan di tepi jalan konsumen terbanyak adalah wisatawan.

"Jangan sampai kecewa, siapa tahu kalau lewat sini lagi ya mampir beli lagi," lanjut dia.

Berita Lainnya  Tak Ada Lagi Bantuan Logistik Untuk Pasien Covid19 Yang Isolasi Mandiri

Ima mengaku selama libur lebaran ini, dirinya mendapatkan rezki melimpah. Setiap harinya, ratusan ribu hasil cilok mampu ia kantongi.

"Paling ramai ya Rp 700 ribu per harinya. Tapi juga pernah Rp 200 ribu," terang dia.

Dengan keuntungan yang ia peroleh kemudian ia sisihkan untuk ditabung. Dengan harapan, jika uang sudah terkumpul, ia akan membuka kedai makanan di tepi jalur wisata.

"Baru nabung, pengennya tahun depan saya punya tempat yang juga bisa digunakan nongkrong remaja-remaja. Seperti itu mimpi saya dalam jangka dekat ini," imbuh dia.

Ima mengaku, dirinya akan fokus terlebih dahulu dalam berbisnis. Dirinya juga mengaku tidak akan menikah muda, sebab menurutnya, fokus dalam berbisnis dapat buyar jika sudah berkeluarga, terlebih dirinya ialah seorang wanita.

"Saya mencoba menekuni bisnis dulu, tidak berfikir menikah muda," singkat dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler