fbpx
Connect with us

Sosial

Mudik Akhirnya Diperbolehkan, Pemudik Diwajibkan Telah Terima Vaksin Lengkap

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan mudik pada tahun 2022. Kebijakan ini dibuat setelah selama 2 tahun terakhir pada masa pandemi ini tidak ada kebijakan mudik. Sejumlah persiapan mulai dipersiapkan oleh pemerintah daerah dan kabupaten untuk menyambut para pemudik yang pulang ke kampung halaman.

Di Kabupaten Gunungkidul sendiri, pemerintah memperkirakan adanya peningkatan pemudik jika dibandingkan dengan lebaran tahun 2019 silam. Berdasarkan perkiraan Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul, pemudik tahun ini yang masuk Bumi Handayani sebanyak 40 ribu orang yang berasal dari berbagai daerah rantau.

“Kalau perkiraan kami 40 ribu pemudik itu total dari sebelum H-7 ya. Ya paling 30 ribu-40 ribu itu jumlahnya,” terang Kepala Dinas Perhubungan, Rakhmadian Wijayanto, Senin (18/04/2022).

Ia menjelaskan, untuk puncak arus mudik sendiri diperkirakan akan terjadi pada tanggal 27 hingga 29 April 2022 mendatang. Analisa yang telah dilakukan, para pemudik ini diperkirakan 60 persen menggunakan kendaraan pribadi dan 40 persen menggunakan kendaraan umum.

Kebijakan pemerintah memperbolehkan tradisi mudik tentunya dibarengi dengan diterapkannya sejumlah persyaratan. Di mana para pemudik wajib telah mendapatkan vaksin covid19 baik dosis pertama, kedua dan ketiga. Penerapan protokol kesehatan pun juga wajib dilakukan.

Berita Lainnya  Promosikan Produk Lokal, Industri Kecil Gunungkidul Akan Ikuti Pameran di Pasar Argosari

Untuk memonitoring data pemudik, pemerintah daerah akan memanfaatkan Sistem Intormasi Desa (SID ) sehingga data akan lebih cepat dan akurat. Beberapa skema menyambut mudik 2022 pemerintah yaitu dengan melakukan upaya perbaikan penerangan jalan umum, perbaikan APILL dan perlengkapan jalan lainnya serta melakukan himbauan sosialisasi tentang keselamatan lalu lintas.

“Petugas gabungan yang disiagakan mencapai 86 petugas dengan rincian 56 orang yang akan bertugas di lapangan dan 30 orang di sekretariat,” jelasnya.

“Kami siagakan di pos-pos yang akan mulai beroperasi H-7 sampai H-7 lebaran. Kalau untuk rekayasa lalu lintas akan dilakukan pada saat libur lebaran nanti,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler