fbpx
Connect with us

Pendidikan

Pertengahan Juli, Disdikpora Siapkan Skenario Para Siswa Bisa Kembali Masuk Sekolah

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga berencana akan memulai kegiatan belajar mengajar bagi siswa SD SMP sederajat pada tanggal 13 Juli 2020 mendatang. Dua skenario disiapkan berkaitan dengan KBM para siswa tersebut baik dengan acara tatap muka di kelas atau masih menggunakan metode pembelajaran daring. Rencananya, dalam kegiatan belajar mengajar tatap muka di kelas sendiri akan dibagi menjadi dua sesi atau setiap kelas hanya diisi 50 persen dari jumlah siswa.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan pada tanggal 13 Juli 2020 siswa di tingkat SD maupun SMP sederajat akan memulai kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2020/2021. Pihak dinas serta sekolah sendiri telah mempersiapkan dimulainya proses pembelajaran dengan sistem tatap muka sebagai salah satu opsi. Namun begitu, dalam kegiatan belajar mengajar tetap megutamakan protokol kesehatan.

“Di setiap sekolah saat ini telah disiapkan alat cuci tangan yang disediakan di kamar mandi maupun dekat ruang kelas,” ucapnya, Senin (06/07/2020).

Bahron memaparkan, dalam kegiatan belajar mengajar nantinya akan dilangsungkan dengan 50 persen jumlah siswa setiap kelasnya. Untuk kelas dengan jumlah siswa yang sedikit, diperbolehkan 100 persen jumlah siswa.

Berita Lainnya  Digaji Rp 150.000 Hingga Rp 200.000 per Bulan, Kesejahteraan Guru PAUD Jauh Dari Kata Layak

“Misal untuk yang siswa SD 28, yang masuk jam 7.00 sampai jam 9.00 itu 14 siswa. Kemudian selang 1 jam masuk lagi siswanya sampai jam 12.00,” kata Bahron.

Jeda waktu tersebut ditujukan untuk mengantisipasi penumpukan siswa maupun penjemput agar tidak berkerumun. Selain itu juga bagi siswa yang akan masuk jam berikutnya untuk cuci tangan dan penerapan protokol kesehatan lainnya.

“Kami juga harapkan untuk para orang tua siswa menyediakan masker bagi anak-anak didik. Karena sekolah tidak mampu menyediakan masker untuk siswa,” terang Bahron.

Sementara untuk skenario kedua, pihaknya juga menyiapkan antisipasi jika pada tanggal 13 Juli 2020 kondisi dinilai belum memungkinkan untuk kegiatan tatap muka. Sehingga jika belum memungkinkan kegiatan belajar mengajar jarak jauh masih akan diterapkan.

Berita Lainnya  Kepala Dinas dan Kades Bejiharjo Turun Tangan, Pasha Dijamin Tak Putus Sekolah

“Nanti bisa dengan daring lagi, penugasan untuk siswa. Kita juga masih menunggu dari Dinas Kesehatan seperti apa nanti rekomendasinya,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Kemenag Gunungkidul, Arif Gunadi mengatakan hal yang tak jauh berbeda. Untuk untuk pondok pesantren yang sudah siap dengan protokol kesehatan dipersilahkan untuk membuka kembali kegiatan di ponpes.

“Kalau yang sudah siap silahkan, kalau yang belum siap dengan protokol kesehatan jangan buru-buru,” jelas Arif.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty memaparkan, untuk sementara di Gunungkidul tidak terdapat zona merah. Sehingga dalam kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka masih memungkinkan untuk dilakukan.

“Tapi nanti jika dalam satu sekolah ada penularan, bisa kita arahkan untuk tutup lagi dan melanjutkan belajar dari rumah,” ujar Dewi.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler