Pemerintahan
PMK Mulai Landai, Ribuan Ternak di Gunungkidul Terjangkit
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) beberapa waktu lalu sempat merebak di berbagai daerah, tak terkecuali di Kabupaten Gunungkidul. Kendati sempat banyak kasus tersebut, saat ini penyebaran penyakit ini sudah mulai landai.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, mengatakan data sampai dengan minggu ini tercatat ada 1.165 kasus PMK di Gunungkidul. Dari jumlah tersebut 541 sapi sudah sembuh dan 10 ekor sapi mati serta 11 ekor dipotong paksa akibat penyakit ini. Sisanya masih dalam pengawasan oleh petugas kesehatan hewan serta pemiliknya.
Jumlah kasus PMK yang mencapai seribu lebih ini menurutnya tergolong sedikit jika dibandingkan dengan populasi ternak yang ada di Gunungkidul. Data yang ada Bumi Handayani memiliki 157.000 ekor ternak yang tersebar di seluruh Gunungkidul.
“Kasus PMK disini masih tergolong kecil jika dibandingkam dengan kabupaten lain di DIY,” ucap Wibawanti.
Lebih lanjut ia menjelaskan, ternak yang dipotong paksa ini menurutnya masih layak di konsumsi dagingnya. Tentu dengan memperhatikan prosedur yang berlaku dan menjaga kebersihan. Adapun ternak yang dipotong paksa tersebut kepala dan jeroannua langsung dibuang. Sedangkan lainnya direbus terlebih dahulu.

Untuk mengantisipasi agar kasus PMK di Gunungkidul tidak bertambah berbagai penanganan terus dilakukan oleh dinas. Seperti halnya dengan pengecekan kesehatan hewan di pasar hewan, pengecekan suhu dan ciri fisik, serta vaksinasi PMK.
“Saat ini sudah 1.700 sapi yang divaksin oleh petugas dan terus dilakukan di titik-titik yang telah dilakukan,” ucap dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti, mengungkapkan pengawasan terhadap potensi penyebaran PMK terhadap hewan ternak terus dilakukan. Pihaknya menekankan pada peternak dan pedagang untuk menjaga kebersihan di lingkungan kandang dan lainnya.
“Saat transaksi jual beli pun kami harapkan juga dilakukan pengecekan dan harus mengetahui ciri-ciri hewan terpapar PMK,” kata Retno.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
