Sosial
Rawat Bayi Yang Sejak Lahir Idap Hidrosefalus, Pasangan Suami Istri Ini Rela Jual Harta Benda
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kerasnya roda perekonomian dan kehidupan benar-benar dirasakan oleh pasangan suami istri Riswanta (38) dan Maryani (37) asal Padukuhan Pagutan, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar. Sebagian barang milik keluarga ini terpaksa harus dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya operasional pengobatan anak ketiga mereka, Afiano Rangga Pamungkas. Sejak lahir, Afiano yang saat ini sudah berusia 10 bulan memang menderita pembesaran pada bagian kepalanya atau biasa disebut Hidrosefalus.
Riswanta dan Maryani sendiri bagai tersambar petir di siang bolong ketika mendengar vonis dokter terkait kelainan yang diderita Rangga. Berdasarkan diagnosa dokter itu, terdapat cairan di kepala putranya sejak berada di dalam kandungan. Di usia 37 minggu, pasangan ini semula hanya berniat melakukan pemeriksaan biasa dan mengecek posisi janin. Namun saat dilakukan USG, dokter memberi keterangan jika di dalam kepala janin terdapat cairan.
“Dari situ baru kami tahu, awalnya juga tidak ada yang aneh di kehamilan saya. Terus usai vonis tersebut, saya dirujuk ke RS Sardjito untuk pemeriksaan lanjutan,” kata Maryani, Kamis (22/11/2018).
Beberapa hari setelah pemeriksaan, di usia kandungan yang masih 37 minggu akhirnya disepakati untuk dilakukan operasi caesar agar nantinya tidak membahayakan baik janin maupun ibu yang mengandung. 18 Januari 2018 lalu, bayi laki-laki dengan berat 3,3 kg. Sesuai dengan yang diperkirakan sebelumnya, memang diketahui jika di bagian kepala Rangga ada cairan, namun kepala bayi tersebut belum mengalami pembesaran.
Setelah 1 bulan berada di rumah, barulah terlihat pembesaran pada kepala bayi malang itu. Proses pemeriksaan kembali dilakukan. Saat Rangga menginjak usia 2 bulan, kemudian disepakati untuk dilakukan operasi pemasangan selang di bagian kepala hingga tembus ke usus besar. Semula hanya satu selang yang terpasang, namun karena kondisi bayi yang melemah, di usia 5 bulan kembali dipasang selang.

“Hidung juga dilakukan pemasangan selang. Untuk memudahkan minum susu. Kalau untuk kembali ke bentuk semula tidak bisa, karena menurut dokter batok kepala sudah membuka, bahkan otak besar pun juga sudah kena,” tambahnya.
Semula setiap satu minggu sekali keluarga ini harus membawa bayi Rangga mengecek kondisinya ke rumah sakit. Mengecek perkembangan tubuh, mata, syaraf, hingga asupan nutrisi yang diperoleh si kecil ini. Akan tetapi selepas operasi kedua ini, perkembangan yang terjadi makin signifikan, tidak terlihat pembesaran pada kepala dan kondisi tubuh Rangga mulai stabil.
“Kalau sekarang 2 minggu sekali pengecekannya. Untuk syaraf dan mata diubah jadi 2 minggu sekali, untuk permasalahan pada kornea ada bintik-bintiknya, tapi bisa melihat atau permasalahan lain belum bisa dipastikan, bulan depan baru bisa dicek lagi,” tambah dia.
Pahit getirnya kehidupan benar-benar dirasakan oleh keluarga ini pasca kelahiran Rangga. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi, mereka juga masih harus membiayai operasional pengobatan hingga perawatan Rangga. Alhasil, keluarga ini terpaksa menjual sejumlah barang yang dimiliki untuk menutup pengeluaran tersebut. Beberapa etalase bekas yang dimiliki untuk usaha warung terpaksa dijual, sepeda motor pun juga beberapa waktu lalu dijual untuk kebutuhan membeli susu dan hidup sehari-hari.
“Terakhir kami jual etalase. Memang untuk kebutuhan sulit, kemarin selepas lahiran suami terpaksa tidak bekerja membantu saya jaga anak dan wira wiri. Selama 8 bulan kemarin tidak ada pemasukan,” ucapnya.
Salah satu yang menjadi beban keluarga ini adalah untuk pemenuhan nutrisi. Dengan kondisinya saat ini, bayi Rangga harus mengkonsumsi 800 ml susu dalam 1 hari. Jika bayi ini muntah, maka kemudian harus menambah 200 ml susu kembali. Diakui sejak usia 2 bulan, bayi Rangga sudah tidak meminum ASI sehingga diberi susu formula. Beberapa kali ganti merk susu untuk penyesuaian kebutuhan. Terakhir ini, 400 gram susu formula dengan harga 250 ribu yang hanya dapat digunakan selama 4-5 hari.
“Awalnya susu yang dikonsumsi masih terjangkau. Namun kondisi adek sempat drop dan kurang asupannya, dokter menyarankan susu yang tingkatan kandungannya sesuai, harganya 250 ribu adanya hanya di apotek. Jadi harus berfikir ulang,” terang ibu tiga orang anak ini sembari menahan air mata.

Lantaran kondisi perekonomian yang semakin tidak menentu ini, akhirnya Riswanta memutuskan untuk bekerja lagi tanpa mengesampingkan kondisi anaknya itu. Namun Tuhan masih memiliki rencana lain, baru satu bulan bekerja Riswanta justru mengalami kecelakaan kerja hingga mengakibatkan satu jarinya harus diamputasi sebagian. Sekarang ini, pria malang tersebut pun masih dalam tahap pemulihan luka yang dialami.
Cobaan demi cobaan yang ada terus diterima oleh keluarga kecil ini membuat Maryani hanya bisa pasrah sembari menjalani apa yang telah digariskan ini. Uluran tangan dari beberapa tetangga dan keluarganya selama ini sangatlah membantu keberlangsungan hidup keluarganya. Disinggung mengenai perhatian pemerintah, dari desa meberikan PKH dan bantuan pangan non tunai.
“Satu yang masih menjadi keinginan saya tapi harus terhenti sebelum terlaksana karena kondisi kami seperti ini. Anak saya yang kedua 3 tahun usianya, ingin saya sekolahkan PAUD tapi karena kondisi biaya yang masih fokus di adik bayi jadi belum bisa. Belum lagi waktu saya juga tidak bisa full menunggui jika bersekolah,” paparnya.
Terpisah, petugas Baznas Gunungkidul, Warno menuturkan, sejak 4 bulan yang lalu pihaknya terus berupaya memberikan bantuan bagi keluarga ini. Setiap kali kontrol pengobatan selalu diantar menggunakan mobil Baznas.
“Setiap hari Rabu yang kontrol kami lakukan pendamingan. Untuk kondisi perkembangan bayi juga terus kami lakukan pemantauan. Jika sekiranya ada keluhan langsung kami arahkan,” tuturnya.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
