Pemerintahan
Rebut Penghargaan Pelayanan Prima, RSUD Wonosari Janji Terus Perbaiki Layanan Untuk Jawab Cibiran Masyarakat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Upaya pembenahan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari sejak beberapa waktu belakangan ini langsung membuahkan apresiasi positif. Rumah sakit terbesar di Gunungkidul ini mendapatkan penghargaan bergengsi dari pemerintah pusat sebagai Unit Penyelenggara Pelayanan Publik yang masuk dalam kategori pelayanan prima. RSUD mendapatkan poin sempurna alias nilai A dalam penilaian ini sehingga berhak atas penghargaan tersebut. Penghargaan sendiri telah diberikan pada Selasa (26/11/2018) kemarin.
Penghargaan semacam ini disebutkan akan menjadi tonggak jajaran RSUD Wonosari dalam terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah pembangunan baik fisik maupun sumber daya manusia terus dikebut guna meningkatkan kepuasan serta kepercayaan masyarakat.
Direktur RSUD, dr. Heru Susilowati, Sp.A menyatakan sangat bahagia capaian ini. Pasalnya, penghargaan semacam ini bisa dibilang bukan hal yang main-main. RSUD Wonosari berhasil menyingkirkan puluhan rumah sakit lainnya yang berasal dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.
Ia menceritakan bahwa capaian ini tidaklah mudah didapatkan. Beberapa bulan lalu pihaknya mengikuti pemaparan atas audit dan pemeriksaan pelayanan dari pemerintah pusat. Ketersediaan terobosan dan keunggulan menjadi prioritas penilaian.
“(Penghargaan) Kami artikan sebagai cambuk, masih banyak pekerjaan yang perlu ditingkatkan. Ya perlahan, kami akan terus berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan,” kata dr. Heru Susilowati saat ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, Rabu (28/11/2018) siang.
Dipaparkan Heru, penghargaan ini tak lantas membuatnya dengan jajarannya berpuas diri. Pasalnya, ia menyadari bahwa masih banyak yang harus dievaluasi dalam pelayanan yang selama ini dilakukan oleh RSUD Wonosari. Masih ada sejumlah aspek yang yang harus terus dipacu guna nantinya menjadikan RSUD Wonosari sebagai rumah sakit dengan pelayanan prima dan memuaskan masyarakat.
Beberapa diantaranya yang bakal mendapatkan prioritas peningkatan yakni adanya pelayanan aduan dan informasi secara terpusat. Sehingga nantinya dari sini pengunjung yang memiliki saran dapat menyampaikan aspirasi mereka. Pihaknya juga berencana untuk melakukan penambahan loket pendaftaran untuk mengikuti seiring banyaknya pasien membutuhkan pelayanan. Saat ini, pihaknya membuka 6 layanan pendaftaran guna memangkas antrian yang selama ini terjadi.
Termasuk juga pembenahan dalam sektor infrastruktur di mana di bangunan RSUD Wonosari juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas misalnya untuk kalangan disabilitas, ruang laktasi, ruang bermain anak baik out door maupun indoor.
“Semua kami upayakan terus dilakukan penyediaan. Bagi kami pelayanan kepada masyarakat adalah nomor satu, untuk aduan kami terbuka. Sekiranya kurang pas langsung kami koreksi dan dilakukan pembenahan,” imbuhnya.
Beberapa program juga terus dioptimalkan dalam memberikan layanan yang prima. Seperti pemanfaatan teknologi dalam hal pendaftaran pasien yang kini dapat dilakukan secara online menggunakan sebuah aplikasi yang telah diluncurkan pada awal tahun 2018 lalu. Rencananya, sistem baru juga akan diterapkan pada tahun 2019 mendatang di mana pendaftar periksa dapat mendaftar melalui pesan singkat SMS maupun via Whatsapp.

“Kalau aplikasi sepertinya tidak semua paham ya, tapi SMS atau Whatsapp semua sudah fasih jadi mungkin akan lebih efisien dimanfaatkan masyarakat,” ungkapnya.
Pembenahan di sektor sumber daya manusia juga mendapatkan porsi prioritas. Heru menyebut bahwa pihaknya bakal menyeleksi secara ketat terkait personel yang akan bekerja di RSUD Wonosari. Diharapkan dengan seleksi ketat, pihaknya bisa mendapatkan sumberdaya manusia yang memadahi dan berkualitas serta berintegritas tinggi dalam melayani masyarakat Gunungkidul. Guna memacu kinerja pegawai, pihaknya menerapkan sistem reward and punishment. Pegawai yang memiliki kinerja cukup bagus akan mendapatkan menghargaan, sementara sebaliknya sanksi akan diberikan kepada pegawai dengan performa minimal.
Pelatihan dan pembinaan juga terus digencarkan agar nantinya mereka yang bekerja sesuai dengan standar kualitas yang diterapkan. Tolak ukur dalam pengembangan sumber daya manusia ini sangat jelas, yaitu meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang didapatkan.
“Pada intinya kami selalu bebenah dan memberikan yang terbaik. Kami selalu mendekatkan diri pada masyarakat melalui even dan hal sekecil apapun, agar tumbuh rasa percaya dan memiliki RSUD Wonosari. Menghidupkan dan membanggakan apa yang dimiliki daerah karena RSUD Wonosari ini memang milik masyarakat Gunungkidul,” ucapnya.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
