fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Sebaran Anthraks di Gunungkidul, DPRD Minta Pemkab Sikapi Secara Ekstra Serius

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Kasus anthrak di Gunungkidul dinilai perlu mendapat perhatian khusus. Pemerintah perlu untuk mengambil tindakan cepat dan tepat agar kasus semacam ini tak menyebar dan membahayakan masyarakat. Di Gunungkidul sendiri, setelah sebelumnya ditemukan di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, saat ini virus anthraks diduga kuat juga menyebar di Desa Gombang, Kecamatan Ponjong. Sejumlah hewan ternak milik warga ditemukan mati mendadak di desa ini. Tak hanya itu, beberapa orang warga juga terpaksa dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami sakit. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul sendiri mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gunungkidul untuk segera mengambil langkah-langkah serius mengingat bahayanya penyakit ini.

Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul, Wulan Tustiana menyatakan, temuan dugaan anthraks ini sudah seharusnya menjadi prioritas utama penanganan oleh kalangan eksekutif. Hal ini lantaran, bakteri anthraks cukup cepat menyebar dan berdampak kepada ternak hingga ke manusia. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengundang sejumlah OPD terkait untuk meminta pemaparan terkait kasus antraks di Gunungkidul. Wulan juga memastikan akan meminta kalangan OPD agar membuat langkah cepat dan nyata dalam penanganan anthrax.

“Rencananya Senin depan akan kita panggil dinas terkait untuk pemaparan antraks ini,” kata Wulan, Rabu (08/01/2020).

Wulan mengatakan, nantinya tidak hanya OPD saja, namun juga akan meminta pemaparan dari pihak RSUD Wonosari. Pihaknya ingin melihat sejauh mana kesiapan RSUD Wonosari dalam penanganan kasus semacam ini. Pemantauan fasilitas kesehatan sendiri menjadi sangat penting untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.

Berita Lainnya  Sebelas Titik di Kecamatan Purwosari Ini Kini Terpasang Fasilitas Internet Gratis Berkecepatan Tinggi

“Kita akan lihat kesiapan RSUD bagaimana dalam penanganannya, kemudian apakah obat-obatannya atau yang lainnya juga sudah siap. Ini harus ditangani secara serius jika sudah sampai menular ke manusia,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, kepada Dinas Pertanian dan Pangan sendiri pihaknya akan meminta penjelasan sejauh mana upaya antisipasi dan pengawasan peredaran ternak di Gunungkidul. Pasalnya, penyakit tersebut dapat ditularkan melalui hewan ternak yang dikonsumsi.

“Pencegahan melalui vaksin saat ini seperti apa, kemudian pengawasan peredaran ternak dari luar wilayah Gunungkidul ini bagaimana. Ini sangat penting karena tanggung jawab penyebaran anthraks ini bukan hanya untuk wilayah Gunungkidul saja, tapi juga jangan sampai menyebar ke daerah lain,” terang dia.

Kemudiam untuk Dinas Kesehatan, pihaknya akan meminta pemaparan terkait dengan upaya pencegahan maupun sosialisasi hidup sehat. Selain itu, saat ini juga beredar kabar masih banyak warga yang mengkonsumsi ternak sakit atau mati.

Berita Lainnya  Banyak Pihak Kecewa Pembangunan Sirkuit Pacarejo Batal, Pemkab Berencana Bangun di Kompleks Stadion Gelora Handayani

“Untuk ternak mati yang dijual dan disembelih serta kebiasaan warga mengkonsumsi ternak yang sakit ini perlu ada penyuluhan dan pemahaman kepada mereka. Tapi yang terpenting dan prioritas adalah penanganan cepat karena kasus temuan sudah terjadi,” urai dia.

Politisi NasDem ini menambahkan, jika memang diperlukan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diminta untuk proaktif dalam meminta bantuan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Tentunya dengan keterlibatan lebih banyak pihak yang berkompeten, maka nantinya persebaran penyakit anthraks ini bisa benar-benar dibasmi.

“Yang terpenting adalah bagaimana caranya rakyat tidak menjadi korban. Ini yang harus dilakukan pemerintah melakukan segala macam cara,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Anak Agung Putra Dwipayana mengatakan pihaknya tidak akan tinggal diam terkait dengan peredaran ternak mati yang dijual ke masyarakat. Sebab hal tersebut berkaitan dengan perlindungan konsumen.

“Kita akan lakukan langkah tentunya, tetapi kita tidak bisa gerak kalau dari Dinas terkait belum ada yang mengajak kita. Sebab mereka yang punya alatnya dan data-data untuk mengetahui apakah ini daging sehat atau tidak,” pungkas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler