Connect with us

Pemerintahan

Sebaran Anthraks di Gunungkidul, DPRD Minta Pemkab Sikapi Secara Ekstra Serius

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus anthrak di Gunungkidul dinilai perlu mendapat perhatian khusus. Pemerintah perlu untuk mengambil tindakan cepat dan tepat agar kasus semacam ini tak menyebar dan membahayakan masyarakat. Di Gunungkidul sendiri, setelah sebelumnya ditemukan di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, saat ini virus anthraks diduga kuat juga menyebar di Desa Gombang, Kecamatan Ponjong. Sejumlah hewan ternak milik warga ditemukan mati mendadak di desa ini. Tak hanya itu, beberapa orang warga juga terpaksa dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami sakit. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul sendiri mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gunungkidul untuk segera mengambil langkah-langkah serius mengingat bahayanya penyakit ini.

Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul, Wulan Tustiana menyatakan, temuan dugaan anthraks ini sudah seharusnya menjadi prioritas utama penanganan oleh kalangan eksekutif. Hal ini lantaran, bakteri anthraks cukup cepat menyebar dan berdampak kepada ternak hingga ke manusia. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengundang sejumlah OPD terkait untuk meminta pemaparan terkait kasus antraks di Gunungkidul. Wulan juga memastikan akan meminta kalangan OPD agar membuat langkah cepat dan nyata dalam penanganan anthrax.

Berita Lainnya  Kriteria Diubah, BLT Dana Desa Cair Awal Mei Ini

“Rencananya Senin depan akan kita panggil dinas terkait untuk pemaparan antraks ini,” kata Wulan, Rabu (08/01/2020).

Wulan mengatakan, nantinya tidak hanya OPD saja, namun juga akan meminta pemaparan dari pihak RSUD Wonosari. Pihaknya ingin melihat sejauh mana kesiapan RSUD Wonosari dalam penanganan kasus semacam ini. Pemantauan fasilitas kesehatan sendiri menjadi sangat penting untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.

“Kita akan lihat kesiapan RSUD bagaimana dalam penanganannya, kemudian apakah obat-obatannya atau yang lainnya juga sudah siap. Ini harus ditangani secara serius jika sudah sampai menular ke manusia,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, kepada Dinas Pertanian dan Pangan sendiri pihaknya akan meminta penjelasan sejauh mana upaya antisipasi dan pengawasan peredaran ternak di Gunungkidul. Pasalnya, penyakit tersebut dapat ditularkan melalui hewan ternak yang dikonsumsi.

Berita Lainnya  Jadi Kado HUT Gunungkidul ke-191, PT Pos Indonesia Luncurkan Perangko Embung Nglanggeran

“Pencegahan melalui vaksin saat ini seperti apa, kemudian pengawasan peredaran ternak dari luar wilayah Gunungkidul ini bagaimana. Ini sangat penting karena tanggung jawab penyebaran anthraks ini bukan hanya untuk wilayah Gunungkidul saja, tapi juga jangan sampai menyebar ke daerah lain,” terang dia.

Kemudiam untuk Dinas Kesehatan, pihaknya akan meminta pemaparan terkait dengan upaya pencegahan maupun sosialisasi hidup sehat. Selain itu, saat ini juga beredar kabar masih banyak warga yang mengkonsumsi ternak sakit atau mati.

“Untuk ternak mati yang dijual dan disembelih serta kebiasaan warga mengkonsumsi ternak yang sakit ini perlu ada penyuluhan dan pemahaman kepada mereka. Tapi yang terpenting dan prioritas adalah penanganan cepat karena kasus temuan sudah terjadi,” urai dia.

Politisi NasDem ini menambahkan, jika memang diperlukan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diminta untuk proaktif dalam meminta bantuan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Tentunya dengan keterlibatan lebih banyak pihak yang berkompeten, maka nantinya persebaran penyakit anthraks ini bisa benar-benar dibasmi.

Berita Lainnya  Perbedaan Pelaksanaan Idul Adha Oleh Pemerintah dan Muhammadiyah

“Yang terpenting adalah bagaimana caranya rakyat tidak menjadi korban. Ini yang harus dilakukan pemerintah melakukan segala macam cara,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Anak Agung Putra Dwipayana mengatakan pihaknya tidak akan tinggal diam terkait dengan peredaran ternak mati yang dijual ke masyarakat. Sebab hal tersebut berkaitan dengan perlindungan konsumen.

“Kita akan lakukan langkah tentunya, tetapi kita tidak bisa gerak kalau dari Dinas terkait belum ada yang mengajak kita. Sebab mereka yang punya alatnya dan data-data untuk mengetahui apakah ini daging sehat atau tidak,” pungkas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler