fbpx
Connect with us

Peristiwa

Senapan Angin Mendadak Meletus Saat Bercanda, Perut Penjual Makanan Luka Parah

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Dua orang pemuda, Ben dan Wah warga Desa Karangrejek harus bertanggung jawab akan kesembuhan Maryono, warga Padukuhan Karanggumuk, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari. Hal itu dikarenakan, secara tidak sengaja, salah satu dari dua pemuda tersebut menembakkan senapan angin berpeluru besi runcing ke arah Maryono. Akibatnya, perut pria yang berusia sekitar 50 tahun itu mengalami luka parah. Hingga saat ini, korban sendiri masih mendapatkan perawatan di RSUD Wonosari.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa terjadi pada Kamis siang sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, Wah dan Ben berniat mencari ikan menggunakan senapan angin yang telah dimodifikasi sedemikian rupa ke sebuah sungai.

Namun keduanya mempunyai inisiatif untuk membeli makanan di warung (sengsu) milik Maryono di wilayah Karangumuk. Lantaran antara Ben, Wah dan Maryono sudah saling kenal, mereka melakukan candaan dengan menakut nakuti Maryono dengan senapan angin itu.

Namun naas, bermula dari guyonan tersebut, senapan yang dipegang Ben justru meletus dan langsung memuntahkan peluru berupa busur tajam. Naasnya, moncong senapan mengarah pada tubuh korban. Alhasil, busur tajam tersebut menancap ke perut Maryono. Melihat hal tersebut, seketika itu pula keduanya panik dan langsung membawa korban ke RSUD Wonosari.

Berita Lainnya  Pengemudi Truk Maut Belum Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya Sesaat Sebelum Tragedi Terjadi

Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Wonosari, Aiptu Slamet membenarkan adanya peristiwa meletusnya senapan angin yang melukai salah seorang warga Karangrejek. Slamet mengatakan, pihaknya juga sempat meminta keterangan terhadap dua orang pemuda tersebut.

“Dari pengakuan pemuda itu mereka tidak sadar kalau senapan tersebut sudah di pompa sehingga sudah ada anginnya,” kata Slamet, Kamis (12/12/2019).

Slamet menjelaskan, kedua orang tersebut juga telah mengakui kesalahannya. Mereka, kata Slamet telah bertanggung jawab dengan membawa korban ke RSUD Wonosari.

“Mereka mengakui kesalahannya, meski begitu tetap membuat surat keterangan bahwa bertanggung jawab atas kesembuhan korban,” ungkap dia.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak bercanda menggunakan benda-benda berbahaya. Sebab hal itu dapat membahayakan keselamatan seperti kejadian sore hari tadi.

Berita Lainnya  Menghilang Usai Pamit Beli Pulsa, Gadis Pelajar SMP Akhirnya Ditemukan di Rumah Temannya

“Kita harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tuturnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler