Sosial
Sholat Ied Berjamaah di Gedangrejo, Panitia Terapkan Protokol Ketat
Karangmojo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Lebaran tahun 2020 ini berbeda dengan lebaran pada tahun sebelumnya. Adanya peraturan phsical distancing dan sosial distancing sebagai langkah pencegahan terhadap penyebaran covid19 membuat umat muslim tidak bisa leluasa menjalankan Sholat Ied. Beberapa wilayah di Gunungkidul sendiri masih menjalankan sholat berjamaah di lapangan terbuka. Namun begitu, dalam pelaksanaannya, ada beberapa protokol maupun persyaratan yang harus dipenuhi oleh jamaah yang datang.
Seperti terlihat di Padukuhan Plumbungan, Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo. Puluhan warga menjalankan sholat Ied di lapangan setempat. Namun, panitia memberlakukan peraturan di mana, masing-masing dibatasi dengan jarak tertentu.
“Hanya ada satu wilayah di Karangmojo yang menjalankam sholat ied di lapangan yaitu di Plumbungan, Desa Gedangrejo,” kata Camat Karangmojo, Marwoto Hadi, Minggu (24/05/2020).

Anggota kepolisian memeriksa suhu jamaah sholat Ied di Padukuhan Plumbungan
Ia mendapat informasi bahwa panitia menerapkan protokol covid-19 dalam pelaksanaan sholat tersebut. Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi pengendalian Covid-19.
“Dilakukan pengecekan suhu saat akan memasuki lokasi. Cuci tangan dengan air mengalir dengan sabun. Dan tentunya pengaturan jarak antar jamaah minimal 1 meter,” ujar Marwata.

Tak hanya itu, pada lebaran kali ini juga tidak diadakan jabat tangan usai acara sebagaimana adat dan tradisi lebaran di Gunungkidul. Masyarakat juga usai melaksanakan sholat dihimbau untuk langsung pulang ke rumah masing-masing.
“Acara berjalan dengan lancar dengan waktu relatif dan jamaah juga cukup banyak,” terang dia.
Sementara itu, Kapolsek Karangmojo, Kompol Sunaryo mengatakan, anggotanya membantu dalam penjagaan dan pengamanan pelaksanaan sholat Ied berjamaah. Selain itu, Bhabinkamtibmas juga melakukan pengecekan suhu tubuh bagi jamaah yang hendak masuk.
“Kita hanya membantu agar berjalan dengan lancar dan sesuai protap covid-19,” ungkap Sunaryo.
-
Pemerintahan1 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa1 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa1 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized1 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
