Politik
Songsong Pemilu 2019, PDIP Gunungkidul Sediakan Separuh Kuota Caleg Untuk Perempuan dan Kader Muda
Paliyan,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Gunungkidul membuat terobosan berani dalam proses pencalegan kader yang nantinya akan bertarung dalam Pemilu legislatif pada tahun 2019 mendatang. Sedikitnya, separuh dari calon legislatif dari PDIP yang akan terjun dalam kontestasi pesta demokrasi tersebut merupakan kader wanita dan politisi muda.
“Paling tidak minimal separuh dari caleg PDIP akan diisi perempuan dan pemuda,” ucap Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, Rabu (13/12/2017) siang yang ditemui saat meninjau pembangunan patung Ki Ageng Giring di Desa Giring, Kecamatan Paliyan.
Untuk caleg perempuan, sesuai aturan, setiap partai memang diwajibkan untuk memberikan jatah 30 % caleg perempuan. Menurut Endah, jumlah minimal ini akan bisa dipenuhi dan bahkan kemungkinan jumlah caleg yang bertarung lebih dari 30 %. Sementara untuk caleg dari unsur pemuda, meski tidak ada aturan resmi terkait hal tersebut, ia memastikan akan memberikan kuota minilam 20 % bagi para pemuda kader PDIP yang akan terjun dalam Pemilu 2019.
Pertimbangan untuk memberikan kuota yang cukup besar kepada politisi muda sendiri disebutkan Endah bukan tanpa perhitungan yang matang. Saat ini berdasarkan survei internal yang dilakukan PDIP, jumlah pemilih muda cukup banyak. Dengan kuota yang besar itu bertujuan nantinya agar kue besar suara pemilih muda bisa digarap oleh kader muda PDIP yang dicalonkan.
“Para kader muda dan perempuan yang jadi calon itu juga bukan politisi ecek-ecek. Mereka telah menempuh pendidikan pratama yang digelar PDIP dalam 2 tahun terakhir ini, jadi saya rasa tidak akan menjadi masalah,” tandas dia.

Sementara untuk menambah perolehan suara partai, DPC PDIP Gunungkidul juga menyiapkan kuota sekitar 15 % bagi kalangan eksternal yang ingin maju dengan PDIP sebagai kendaraan politiknya. Sejumlah mantan pejabat Pemerintah Kabupaten, pemerintah desa, maupun tokoh-tokoh masyarakat diklaim mantan calon Wakil Bupati Gunungkidul ini sudah bergabung dengan PDIP.
“Kalau siapa-siapanya belum lah akan saya sebut, yang jelas mereka sudah bergabung dan bahkan sudah menempuh pendidikan pratama PDIP yang menjadi syarat utama untuk pencalegan,” ucapnya.
Wajib Ngantor di Tahun Politik
Meski Pemilu baru akan digelar pada tahun 2019 mendatang, akan tetapi keriuhan politik diperkirakan sudah akan berlangsung sejak tahun 2018 ini. Tak bisa dipungkiri bahwa para anggota DPRD petahana akan juga mulai fokus dalam proses pendulangan suara. Menanggapi hal tersebut, Endah menyatakan bahwa partai sangat mendukung para anggota DPRD dari PDIP untuk tetap aktif melakukan pendekatan kepada pemilih. Namun demikian, ia memerintahkan seluruh anggota legislatif untuk tetap tidak melupakan tugas dan fungsinya sebagai anggota DPRD.
“Tetap wajib ngantor, tidak boleh tidak. Aspirasi rakyat harus tetap diperjuangkan dalam fungsi legislasi maupun pengawasan yang mereka miliki. Jadi konsekuensinya, mereka harus menambah jam dan hari kerja, silahkan tetap turun ke masyarakat dengan berbagai cara tapi tidak boleh meninggalkan tugas,” tegas Endah.
Ia mewanti-wanti kepada seluruh anggota DPRD untuk mengindahkan perintah tersebut. Ia bahkan mengancam bilamana ada anggota yang tidak taat, akan mendapatkan proses evaluasi yang nantinya menjadi pertimbangan partai dalam menentukan status pencalegan.
PDIP sendiri memang memiliki peraturan ketat yang memaksa para kadernya untuk tunduk terhadap garis perjuangan partai.Seluruh kewajiban, seperti misalnya rapat partai, konsolidasi partai maupun pelaksanaan amanat partai serta tugas legislasi bagi para anggota DPRD wajib dijalankan secara sekaligus tanpa adanya alasan.
“Tidak ada alasan untuk penolakan. Jika memang sudah melanggar garis partai, bukan hanya pencalegan yang akan kami evaluasi akan tetapi juga proses pergantian antar waktu (PAW). Selama ini proses PAW hanya dilakukan sebatas ketika anggota DPRD meninggal dunia atau berhalangan tetap. Namun bagi kami, akan dilakukan secara dinamis. Jadi saya minta seluruh anggota agar tunduk terhadap garis perjuangan partai,” urai Endah.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial3 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial6 hari yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Pemerintahan4 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
