fbpx
Connect with us

Budaya

Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965

Published

on

Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 149
Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 150 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 151 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 152 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 153 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 154 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 155 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 156 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 157 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 158 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 159 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 161 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 162 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 163

Gedangsari,(pidjar.com)–Menjadi pengrajin batik bagi Sriyanti (60) bukanlah sekedar sebuah pekerjaan baginya. Namun seolah ia meneruskan apa yang menjadi warisan leluhurnya.

Saat pidjar.com berkunjung di Griya Batik Kalimosodo yang terletak di Tembrono (01/10), Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari Sriyanti mengatakan, sejak tahun 1965 ia sering kali diajak neneknya untuk membatik. Ia lantas menirukan apa yang neneknya ajarkan.

“Saya dikenalkan dengan batik sama nenek, memang tingkat mood ini berpengaruh pada kemampuan membatik,” kata Sri, Sabtu (14/11/2020).

Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 164

Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 165 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 166 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 160

Baginya, membatik sudah menjadi kebutuhan untuknya. Sri mengaku selama pandemi covid-19 seperti orang sakit karena aktivitas membatik harus berhenti sementara.

Dengan telaten, canting yang ia gunakan untuk membatik ia celupkan pada malan atau lilin batik yang selalu membatik. Sebelumnya, kain yang sudah digambar sesuai kebutuhan kemudian ia batik.

“Kemudian saya warnai pertama, dan direbus kemudian batik lagi, diwarna ulang dan selesai, paling cepet untuk 2,4 meter selesai tujuh hari,” imbuh ibu dari tiga orang anak ini.

Untuk satu bulan, ia mampu membatik maksimal empat lembar saja. Namun kadang membuat batik jenis sutra, bisanya sampai satu bulan.

“Saya membatik dari jam 08.00 WIB sampai jam 16.00 WIB, istirahat satu jam,” ucap dia.

Dari hasil membatik, ia dibayar Rp. 400 ribu satu bulannya. Jumlah tersebut menurutnya sangat lumayan.

“Ya lumayan dari pada mau ngapain, walaupun tetep ada dukanya juga,” kata Sri sambil tersenyum tipis.

Ia mengulas, membatik memang membutuhkan ketenangan jiwa. Misalnya saja jika dalam hati tidak nyaman, bisa saja salah.

“Kalau salah nggambar ini biasanya harus ditetesin malam lagi, dan menghapusnya susah. Memang butuh hati yang ayem,” ujar dia.

Pemilik Batik Kalimosodo, Surono (43) mengaku sejak tahun 2000an ia membuka sanggar batik. Selama 20 tahun belakangan ia mampu mengirim batik-batik yang ia kerjakan ke Jambi.

“Biasanya ya 100 lembar per bulan, per lembar saya jual Rp. 400ribu. Kami sempat vacum 6 bulan karena corona,” tandas dia.

Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 168 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 169 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 170 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 171 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 172 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 173 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 174 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 175 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 176 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 177 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 178 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 179 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 180 Suka Duka Sriyanti, Menjadi Pengrajin Batik Tulis Sejak 1965 181

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler