Pendidikan
Tak Ada Murid di Kelas 1, 5 dan 6, SD Ini Hanya Punya 11 Siswa
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 ini nampaknya menyisakan sejumlah cerita baik bagi para siswa maupun guru. Beberapa waktu lalu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mengklaim jika ada ribuan bangku untuk siswa SD dan SMP yang mengalami kekosongan lantaran berbagai hal. Salah satu Sekolah Dasar (SD) yang sama sekali tidak mendapatkan siswa pada PPDB kali ini adalah SD Wonoloagi, yang terletak di Desa Ngleri, Kecamatan Playen.
Letak sekolah ini sendiri cukup jauh dari pusat kota Playen atau bahkan pusat Wonosari. Para siswa yang bersekolah di tempat ini pun juga harus menempuh perjalanan yang ekstra. Selain medannya yang sulit, jaraknya pun juga lumayan jauh. Sehingga peminat pelajar yang bersekolah di SD ini sangatlah minim.
Kepala SD Wonolagi, Karitas Marsudianti mengatakan, jumlah siswa di SD yang ia pimpin ini memang sangatlah minim. Menurutnya hampir setiap tahun bangku atau kuota yang tersedia tidak pernah terpenuhi. Tahun ajaran 2019 ini saja misalnya, SD Wonolagi sama sekali tidak mendapatkan murid yang mendaftarkan diri.
“Sampai hari kedua masuk sekolah belum ada siswa yang mendaftar di sekolah kami. Kalau dulu siswanya dari mana-mana. Tapi untuk beberapa tahun belakangan hanya dari satu padukuhan terdekat,” terang Kepala Sekolah, Selasa (16/07/2019).
Menurut dia, sistem zonasi yang diterapkan oleh pemerintah dalam PPDB ini, tidak merubah kondisi dan minat masyarakat untuk mendaftarkan para putra-putrinya bersekolah di SD Wonolagi. Saat ini sendiri terhitung dari kelas 1 hingga kelas 6 hanya ada 11 siswa yang aktif bersekolah. Adapun rinciannya 4 orang duduk dibangku kelas 2, 3 orang di kelas 3, dan 4 orang mengikuti pelajaran di kelas 4.

“Untuk kelas 1 sementara belum ada pendaftar. Kelas 5 dan kelas 6 juga kami tidak memiliki murid,” imbuh dia.
Minimnya siswa juga membuat sekolah terpaksa menyesuaikan dengan jumlah guru. Dimana hanya terdapat 1 guru PNS, satu guru yang beberapa waktu lalu lolos CPNS, satu guru pengganti, satu guru Agama. Kemudian juga tardapat 1 tukang kebun.
Menurut dia, meski jumlah siswa yang terdaftar di SD Wonolagi hanya 11 orang akan tetapi sebisa mungkin para guru pengampu memberikan pembelajaran sebagaimana aturan yang berlaku. Dengan segala keterbatasan yang ada, pihaknya menyesuaikan perkembangan yang ada. Misalnya saja untuk kurikulum dan metode pembelajaraan yang diterapkan, telah sesuai arahan dari pimpinan yakni menggunakan kurikulum 2013. Walau begitu, pihaknya mengakui bahwa guru SD N Wonolagi menjumpai kesulitan karena media pembelajaran di SD Wonolagi tergolong kurang memadai.
Disinggung mengenai Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Karitas mengungkapkan dana bantuan yang diterima memang sangatlah minim. Mengingat jumah siswa yang ada hanyalah 11 orang saja. Kendati demikian, sekolah ini seringkali mendapatkan perhatian dari pihak-pihak yang tergerak untuk memberikan bantun baik sarana prasarana ataupun hal-hal lainnya.
“Dulu sempat ada wacana untuk di regrouping thun 2014/2015 lalu. Tapi kemudian ada beberapa masukan jika sekolah ini patut dipertahankan dengan pertimbangan jarak bagi masyarakat sekitar. Jadi pada tahun 2016 kemarin kita buka lagi pendaftaran dan sampai sekarang,” paparnya.
Sedikit gambaran saja, sekolah ini memang berada di daerah yang terpencil jauh dari pemukiman maupun pusat kota. Untuk sampai di SD Wonolagi membutuhkan waktu yang tidaklah sebentar. Selain jarak yang jauh, para siswa juga harus dibebani dengan kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui. Sampai di dalam, secarik plakat Resin bertuliskan SD Wonolagi terpasang di halaman sekolah dan pagar SD ini pun hanya terbuat dari bambu.
Di halaman sekolah juga terdapat tiang listrik usang sebagai penerangan di malam hari. Beberapa ruangan kelas dan ruang guru nampak bangunan lawas, namun didalamnya penuh dengan berkas dan perabot yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Dengan terbatasan yang ada setiap hari kami tekankan pada anak-anak untuk tetap mengedepankan belajar. Salah satunya yakni membaca. Ada satu ruangan untuk membaca dan tersedia beberapa buku bacaan maupun pelajaran,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Sumarto menjelaskan jika pihaknya masih menunggu laporan dari masing-masing sekolah secara resmi terkait SD yang kekurangan murid maupun tak mendapatkan siswa sama sekali. Untuk fenomena tak mendapatkan murid ini memang hampir setiap tahun terjadi di beberapa sekolah.
“Sampai siang ini baru SD Negeri Gari II yang laporan secara resmi tidak mendapatkan siswa. Untuk di Wonolagi belum laporan,” terang Sumarto.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi kondisi ini, salah satunya minat orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Dari dinas sendiri di tanggal 22 Juli mendatang akan melakukan sosialisasi regrouping di seluruh kecamatan.
“Ada beberapa memang yang kekurangan murid, tapi masih kita tunggu perkembangannya bagaimana. Untuk yang di Gari itu, tahun ini 0 siswa sedangkan tahun lalu ada 15 siswa,” tambahnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
