fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Terdampak Refocussing Anggaran, Pembangunan RS Bedoyo Ditunda

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sejumlah rencana pembangunan fasilitas umum Pemkab Gunungkidul batal dilaksanakan. Hal ini karena anggaran yang semula diplotkan untuk pembangunan fasilitas tersebut terdampak kebijakan refocussing anggaran untuk penanganan pademi daerah.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Agus Subaryanto memaparkan, dari tiga rencana pembangunan di semester kedua Pemkab Gunungkidul, hanya ada satu yang bisa direalisasikan. Adapun yang direalisasikan yakni pembangunan tahap kedua gedung kantor Badan Pelaksana Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul yang berada di Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari.

“Awalnya ada tiga yang direncanakan selain kantor BPBD Gunungkidul yakni pembangunan gedung DPRD Gunungkidul dan pembangunan tahap kedua RS Bedoyo Ponjong,” ungkap Agus, Kamis (19/08/2021).

Agus menambahkan, adapun pembangunan gedung BPBD tahap dua sendiri menghabiskan anggaran senilai Rp. 2,7 Miliar. Nilai tersebut lebih kecil dari pagu yang dianggarkan yakni Rp. 3,8 Miliar.

“Proses ini dilakukan lelang yang dimenangkan oleh PT Kerta Jaya Wasesa dengan kesanggupan nilai kontrak Rp. 2,7 M,” imbuh dia.

Adapun pengerjaan sendiri sudah mulai digarap pada Juli 2021 lalu. Sesuai dengan dokumen kontrak yang ada, pembangunan tahap dua gedung dua lantai tersebut selesai pada Desember 2021.

“Akhir Desember mudah-mudahan bisa diserah terimakan sehingga Januari sudah mulai digunakan,” beber Agus.

Diterangkannya, keberadaan gedung BPBD sendiri cukup urgent jika dibandingkan dengan pembangunan dua gedung lainnya. Mengingat saat ini, lokasi kantor pemadam kebakaran sementara berada di komplek BLK Siraman.

“Keberadaan gedung BPBD cukup mendesak, termasuk nanti menjadi basecamp para relawan. Sehingga dengan hal ini, ada kebijakan untuk proyek ini tidak terkena refocusing,” tandas Agus.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler