fbpx
Connect with us

Peristiwa

Tergeletak Lemas, Sapi Milik Warga Karangtengah Diduga Diracuni Orang Tak Dikenal

Diterbitkan

pada tanggal

––>

Wonosari,(pidjar.com)–Suasana di Padukuhan Karangtengah I, Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari mendadak heboh pada Selasa (08/05/2019) malam. Pasalnya, se ekor sapi milik Jumiar (70) tiba-tiba lemas tak berdaya diduga akibat diracun oleh orang tak dikenal.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, Arif tetangga korban melihat sapi jenis PO berwarna merah bercak putih tergeletak dengan nafas tersenggal.

Ia kemudian melihat lebih dekat dan mendapati adanya potongan ketela yang tercampur barang aneh berada di sekitar sapi tersebut. Diduga, sapi yang lemas itu akibat memakan potongan ketela bercampur racun diduga potas.

Saat itu, saksi kemudian mencari keberadaan Jumiar untuk memberitahu apa yang terjadi pada ternak miliknya. Ia juga menghubungi bhabinkamtibmas serta dokter hewan untuk menangani sapi tersebut.

Berita Lainnya  Bakar Sampah di Ladang Jati, Kakek Renta Tewas Terbakar

Dokter hewan sendiri saat itu memberikan pertolongan dengan memberikan minyak agar racun yang ada di dalam tubuh sapi tidak menyebar. Kemudian dokter memberikan suntikan serum penawar racun dan kondisi sapi berangsur pulih.

Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Wonosari, Iptu Solechan mengatakan pihaknya saat itu kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan. Menurutnya sapi tersebut berhasil diselamatkan oleh tim dokter usai diberikan penanganan medis.

“Sapinya selamat tidak mati,” kata Solechan ketika ditemui pidjar.com di Mapolsek Wonosari, Rabu (08/04/2019).

Ia menambahkan, dalam peristiwa tersebut korban tidak melakukan pelaporan resmi kepada pihak kepolisian. Disinggung mengenai adanya indikasi tindak kriminalitas dalam kejadian itu, ia enggan berkomentar banyak.

Berita Lainnya  Telan Dana Ratusan Juta, Jembatan Gatung Jeruk Legi Bakal Dibangun Ulang

“Korban tidak lapor, kita hanya mendata saja. Kalau diracun atau tidak itu butuh dicek,” kata dia.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler