fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Termasuk Jalur Tengkorak, Tanjakan Clongop Akan Dibangun Lebih Lebar

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Tanjakan Clongop di Kalurahan Gedangsari menjadi salah satu jalur alternatif masyarakat Gunungkidul untuk sampai di Kecamatan Wedi dan Kota Klaten. Akan tetapi kondisi jalan tersebut cukup memiliki ketinggian tanjakan dan kemiringan yang cukup ekstrem. Dengan kondisi seperti ini, pemerintah kabupaten Gunungkidul mengusulkan normalisasi pada jalur tersebut.

Kasubid Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum Bappeda Gunungkidul, Nurudin Araniri mengatakan, Tanjakan Clongop merupakan jalur utama yang menghubungkan Kapanewon Gedangsari dengan Kecamatan Wedi Klaten. Berdasarkan survei yang dilakukan tanjakan clongop memiliki ketinggian mencapai 40 persen dan kemiringan 10 persen.

“Jalur ini masuk jalur tengkorak karena sering terjadi kecelakaan di jalur itu. Maka dari itu, untuk menekan terjadinya kecelakaan diusulkan normalisasi (pengeprasan) dan pelebaran,” kata Nurudin Araniri, Rabu (04/11/2020).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, mormalisasi tanjakan Clongop sebenarnya sudah lama diusulkan, akan tetapi baru pada tahun 2020 ini mendapat tanggapan positif dari Pemerintah DIY. Saat ini, sedang proses pembuatan Detail Enginering Desain (DED) oleh Bidang Bina Marga DPUESDM DIY. Selain dilakukan pengprasan nantinya juga akan dilakukan pelebaran jalan.

“Nanti untuk lebar jalan juga dirubah sekitar 7 meter pelebarannya. Kemudian akan dibuat lebih landai dengan membuat trase baru melingkar dengan jarak hampir 2 kali lipat jalur semula,” terangnya.

Untuk menunjang program yang menjadi kewenangan pihak DIY itu juga akan dilakukan pembebasan lahan kurang lebih 5 hektar luasannya. Estimasi anggaran yang dibutugkan untuk pembebasan lahan sampai dengan pembangunan selesai sebesar 80 miliar rupiah.

“Sekarang penyusunan DED kemudian dilanjutkan inventarisasi kebutuhan lahan dan prmbebasan dilakukan 2021 dan 2022. Baru pembangunan fisiknya pada 2023 mendatang,” imbuhnya.

Kapanewon Gedangsari merupakan kantong kemiskinan di Gunungkidul. Menurutnya Nurudin, peningkatan akses jalan dan infrastruktur lain menjadi prioritas bagi pemerintah. Peningkatan infratruktur beberapa waktu terakhir juga sudah dilakukan mulai dari pembangunan sarana air bersih, pembangunan destinasi wisata, pembangunan sanitasi dan peningkatan jalan kabupaten.

Disinggung mengenai tanjakan ekstrem lainnya yaitu Tanjakan Bundelan di Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen pihaknya mengungkapkan sampai dengan saat ini belum ada pengusulan. Namun demikian, berkaca pada tingginya angka kecelakaan di jalur tersebut dan curamnya tanjakan dengan kelok beragam nantinya akan menjadi prioritas untuk pengusulan normalisasi.

“Kami akan masukkan dalam perencanaan dan rencana pembiayaan. Kami sependapat untuk normalisasi bundelan sebagai prioritas,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan, Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Wadiyana. Ia mengungkapkan, untuk tanjakan bundelan nantinya akan diusulkan normalisasi mengingat kondisi jalur yang ekstrem dan banyak kecelakaan lalu Lintas yang sampai merenggut nyawa korbannya.

“Kalau bundelan itu ranah kami dan akan diusulkan nantinya. Kalau yang Clongop karena itu jalur provinsi maka dari provinsi yang mulai melakukan pemeliharaan,” sambung Wadiyana.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler