fbpx
Connect with us

Peristiwa

Terminal Tetap Sepi, Lonjakan Dimungkinkan Terjadi Usai Larangan Mudik Selesai

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kondisi Terminal Dhaksinarga, Selang dan Terminal Semin terpantau sepi dari aktivitas penumpang bus selama pemberlakukan larangan mudik mulao 6 sampai 17 Mei 2021 ini. Meski ada beberapa bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang masuk namun demikian, penumpangnya bisa dihitung dengan jari.

Hal tersebut diungkapkan oleh PLT Kepala Terminal Dhaksinarga Selang, Aris. Menurutnya selama pembelakukan larangan mudik aktivitas di terminal sangat sepi bahkan nyaris tidak ada aktivitas. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya saat kondisi normal, aktivitas di terminal cukup padat.

“Sampai saat ini masih sepi. Kemungkinan setelah tanggal 17 Mei justru ramai,” kata Aris, Sabtu (15/05/2021).

Hal itu terjadi karena berakhirnya kebijakan larangan mudik oleh pemerintah. Sehingga dimungkinkan para perantau memanfaatkan kelonggaran kebijakan itu untuk mudik bertemu sanak saudara di tanah kelahiran mereka.

“Informasinya justru banyak yang ambil cuti setelah lebaran atau setelah tanggal 17. Tapi ini kami masih menunggu informasi dari pengawasan di Jakarta,” ucap dia.

Dengan demikian nantinya screening akan dilakukan oleh petugas di Terminal agar tidak terjadi benyebaran dan penularan covid19. Sebenarnya saat ini, di terminal Dhaksinarga mereka yang masuk juga dicek menggunakan alat Genose.

Terpisah Kepala Seksi Operasi dan Lalu Lintas Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Aji Susilo mengatalan, aktivitas di terminal khususnya AKAP sangat minim. Terhitung dari h-7 lebaran sampai dengan hari ini di Terminal Dhaksinarga untuk kedatangan ada 5 armada dengan 0 penumpang dan keberangkatan 5 armada dengan 1 penumpang.

Sementara di terminal Semin, ada 48 armada masuk dengan 95 penumpang dan keberangkatan ada 27 armada dengan 8 penumpang saja.

Menurutnya pemudik yang berhadil lolos dari penyekatan sangat minim. Sebab di kawasan perbatasan pengecekan dilakukansangat ketat bahkan menyasar ke jalur-jalur tikus juga.

“Pemeriksaan yang kami lakukan sejauh ini mayoritas yang masuk adalah warga lokal serta pelaku wisata. Untuk saat ini arus lalu lintas tergolong ramai lancar ada peningkatan tapi itu menuju obyek wisata,” ujar Bayu.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler