Peristiwa
Terminal Tetap Sepi, Lonjakan Dimungkinkan Terjadi Usai Larangan Mudik Selesai
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kondisi Terminal Dhaksinarga, Selang dan Terminal Semin terpantau sepi dari aktivitas penumpang bus selama pemberlakukan larangan mudik mulao 6 sampai 17 Mei 2021 ini. Meski ada beberapa bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang masuk namun demikian, penumpangnya bisa dihitung dengan jari.
Hal tersebut diungkapkan oleh PLT Kepala Terminal Dhaksinarga Selang, Aris. Menurutnya selama pembelakukan larangan mudik aktivitas di terminal sangat sepi bahkan nyaris tidak ada aktivitas. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya saat kondisi normal, aktivitas di terminal cukup padat.
“Sampai saat ini masih sepi. Kemungkinan setelah tanggal 17 Mei justru ramai,” kata Aris, Sabtu (15/05/2021).
Hal itu terjadi karena berakhirnya kebijakan larangan mudik oleh pemerintah. Sehingga dimungkinkan para perantau memanfaatkan kelonggaran kebijakan itu untuk mudik bertemu sanak saudara di tanah kelahiran mereka.
“Informasinya justru banyak yang ambil cuti setelah lebaran atau setelah tanggal 17. Tapi ini kami masih menunggu informasi dari pengawasan di Jakarta,” ucap dia.

Dengan demikian nantinya screening akan dilakukan oleh petugas di Terminal agar tidak terjadi benyebaran dan penularan covid19. Sebenarnya saat ini, di terminal Dhaksinarga mereka yang masuk juga dicek menggunakan alat Genose.
Terpisah Kepala Seksi Operasi dan Lalu Lintas Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Aji Susilo mengatalan, aktivitas di terminal khususnya AKAP sangat minim. Terhitung dari h-7 lebaran sampai dengan hari ini di Terminal Dhaksinarga untuk kedatangan ada 5 armada dengan 0 penumpang dan keberangkatan 5 armada dengan 1 penumpang.
Sementara di terminal Semin, ada 48 armada masuk dengan 95 penumpang dan keberangkatan ada 27 armada dengan 8 penumpang saja.
Menurutnya pemudik yang berhadil lolos dari penyekatan sangat minim. Sebab di kawasan perbatasan pengecekan dilakukansangat ketat bahkan menyasar ke jalur-jalur tikus juga.
“Pemeriksaan yang kami lakukan sejauh ini mayoritas yang masuk adalah warga lokal serta pelaku wisata. Untuk saat ini arus lalu lintas tergolong ramai lancar ada peningkatan tapi itu menuju obyek wisata,” ujar Bayu.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
