Uncategorized
Tiga Kelompok Warga Rebutan Pengelolaan di Pantai Watulawang Berujung Viralnya Video Pungli di Jalur Masuk
Tepus, (pidjar.com)–Viralnya video keluhan wisatawan yang dipungut uang saat akan masuk ke kawasan Pantai Watulawang, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus membuat situasi di kawasan wisata yang tengah berkembang tersebut semakin memanas. Terungkap bahwa aktivitas di kawasan wisata tersebut melibatkan tiga kelompok masyarakat dengan kepentingan berbeda. Masing-masing kelompok sendiri merasa berhak atas pengelolaan Pantai Watulawang.
Perwakilan Kelompok Jalan Watulawang, Wasito atau yang akrab disapa Toge, menjelaskan bahwa kelompoknya terbentuk sebagai respons atas berkembangnya aktivitas wisata di Pantai Watulawang. Menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan seharusnya juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga sekitar.
Ia mengaku selama ini masyarakat yang berada di sekitar jalur menuju pantai merasa belum mendapatkan kejelasan terkait pengelolaan kawasan maupun kesempatan usaha yang bisa dimanfaatkan bersama.
“Kami tidak harus mendapatkan satu kapling untuk setiap orang. Yang kami harapkan adalah adanya ruang atau tempat yang bisa dimanfaatkan bersama,” ujar Wasito dalam forum diskusi dan klarifikasi yang diselenggarakan Kalurahan Tepus, Kamis (11/6/2026) kemarin.
Sementara dari kelompok kedua yang diwakili oleh Tugiran atau yang dikenal sebagai Mbah Dalang. Ia menjelaskan bahwa dirinya bukan ketua pengelola Pantai Watulawang sebagaimana yang selama ini dipersepsikan sebagian masyarakat.

“Terdapat tiga kelompok yang saat ini beraktivitas di kawasan tersebut, yakni Kelompok Pantai atau Kelompok Pasiran yang memiliki kapling usaha di area pantai, Kelompok Bukit Watulawang yang mengelola lahan milik pribadi, serta Kelompok Jalan Watulawang yang beranggotakan warga di sekitar akses menuju pantai,” tambahnya.
Penjelasan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang muncul bukan semata terkait pungutan sukarela di jalur masuk, melainkan juga menyangkut tata kelola kawasan wisata dan distribusi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Panewu Tepus Irwan Triwibowo meminta agar langkah penyelesaian segera dilakukan agar persoalan tidak berkembang menjadi lebih kompleks.
Salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah komitmen Kelompok Jalan Watulawang untuk menghentikan pungutan sukarela di jalur masuk kawasan wisata.
Komitmen itu disampaikan langsung oleh Wasito setelah Pemerintah Kalurahan Tepus memastikan akan memfasilitasi proses penyelesaian melalui tahapan identifikasi dan mediasi. Penghentian pungutan mulai diberlakukan sejak Rabu (10/6/2026).
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kalurahan Tepus membentuk Tim Identifikasi Permasalahan Pantai Watulawang yang terdiri dari Lurah Tepus, Ketua Bamuskal, Jagabaya, Bhabinkamtibmas, Babinsa, unsur Kapanewon, Kanit Intel Polsek Tepus, serta Dukuh Ngasem.
Tim tersebut akan bertugas melakukan pendataan, klarifikasi, dan identifikasi terhadap berbagai aspek yang menjadi sumber persoalan. Hasil kerja tim nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi penyelesaian yang objektif dan dapat diterima seluruh pihak.
Pertemuan yang difasilitasi Pemerintah Kalurahan Tepus itu diharapkan menjadi titik awal penyelesaian konflik melalui dialog dan musyawarah. Seluruh pihak sepakat bahwa penataan kawasan wisata Watulawang harus dilakukan berdasarkan data yang valid serta semangat kebersamaan agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized1 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Peristiwa4 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Pemerintahan1 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa4 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Peristiwa2 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa1 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa2 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
