Connect with us

Uncategorized

Tiga Kelompok Warga Rebutan Pengelolaan di Pantai Watulawang Berujung Viralnya Video Pungli di Jalur Masuk

Diterbitkan

pada

Tepus, (pidjar.com)–Viralnya video keluhan wisatawan yang dipungut uang saat akan masuk ke kawasan Pantai Watulawang, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus membuat situasi di kawasan wisata yang tengah berkembang tersebut semakin memanas. Terungkap bahwa aktivitas di kawasan wisata tersebut melibatkan tiga kelompok masyarakat dengan kepentingan berbeda. Masing-masing kelompok sendiri merasa berhak atas pengelolaan Pantai Watulawang.

Perwakilan Kelompok Jalan Watulawang, Wasito atau yang akrab disapa Toge, menjelaskan bahwa kelompoknya terbentuk sebagai respons atas berkembangnya aktivitas wisata di Pantai Watulawang. Menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan seharusnya juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga sekitar.

Ia mengaku selama ini masyarakat yang berada di sekitar jalur menuju pantai merasa belum mendapatkan kejelasan terkait pengelolaan kawasan maupun kesempatan usaha yang bisa dimanfaatkan bersama.

Berita Lainnya  Jumlah Penumpang KAI Bandara Yogyakarta Bulan Februari Meningkat, Tercatat Hingga 201 Ribu Penumpang

“Kami tidak harus mendapatkan satu kapling untuk setiap orang. Yang kami harapkan adalah adanya ruang atau tempat yang bisa dimanfaatkan bersama,” ujar Wasito dalam forum diskusi dan klarifikasi yang diselenggarakan Kalurahan Tepus, Kamis (11/6/2026) kemarin.

Sementara dari kelompok kedua yang diwakili oleh Tugiran atau yang dikenal sebagai Mbah Dalang. Ia menjelaskan bahwa dirinya bukan ketua pengelola Pantai Watulawang sebagaimana yang selama ini dipersepsikan sebagian masyarakat.

“Terdapat tiga kelompok yang saat ini beraktivitas di kawasan tersebut, yakni Kelompok Pantai atau Kelompok Pasiran yang memiliki kapling usaha di area pantai, Kelompok Bukit Watulawang yang mengelola lahan milik pribadi, serta Kelompok Jalan Watulawang yang beranggotakan warga di sekitar akses menuju pantai,” tambahnya.

Penjelasan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang muncul bukan semata terkait pungutan sukarela di jalur masuk, melainkan juga menyangkut tata kelola kawasan wisata dan distribusi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Berita Lainnya  GIK UGM Tuan Rumah Puncak Acara Alternativa Film Awards and Festival 2024, Dihadiri Praktisi Perfilman Internasional

Panewu Tepus Irwan Triwibowo meminta agar langkah penyelesaian segera dilakukan agar persoalan tidak berkembang menjadi lebih kompleks.

Salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah komitmen Kelompok Jalan Watulawang untuk menghentikan pungutan sukarela di jalur masuk kawasan wisata.

Komitmen itu disampaikan langsung oleh Wasito setelah Pemerintah Kalurahan Tepus memastikan akan memfasilitasi proses penyelesaian melalui tahapan identifikasi dan mediasi. Penghentian pungutan mulai diberlakukan sejak Rabu (10/6/2026).

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kalurahan Tepus membentuk Tim Identifikasi Permasalahan Pantai Watulawang yang terdiri dari Lurah Tepus, Ketua Bamuskal, Jagabaya, Bhabinkamtibmas, Babinsa, unsur Kapanewon, Kanit Intel Polsek Tepus, serta Dukuh Ngasem.

Tim tersebut akan bertugas melakukan pendataan, klarifikasi, dan identifikasi terhadap berbagai aspek yang menjadi sumber persoalan. Hasil kerja tim nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi penyelesaian yang objektif dan dapat diterima seluruh pihak.

Berita Lainnya  Jumlah Pengguna Kereta Api Membludak saat Libur Panjang, PT KAI Daop 6 Klaim Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pertemuan yang difasilitasi Pemerintah Kalurahan Tepus itu diharapkan menjadi titik awal penyelesaian konflik melalui dialog dan musyawarah. Seluruh pihak sepakat bahwa penataan kawasan wisata Watulawang harus dilakukan berdasarkan data yang valid serta semangat kebersamaan agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata6 hari yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler