Pemerintahan
Tingkatkan Pengetahuan Pelajar, Dinas Masukkan Batik dalam Kurikulum
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Daerah Istimewa Yogyakarta sejak dulu dijuluki sebagai Kota Batik Dunia. Bahkan batik sendiri sekarang masuk dalam kurikulum dan pembelajaran di Muatan Lokal (Mulok), hal ini untuk mendorong dan memberikan pengetahuan tambahan mengenai membatik bagi pelajar.
Di Kabupaten Gunungkidul, langkah pemerintah khususnya bidang pendidikan untuk menerapkan program pembelajaran tersebut terus ditingkatkan. Ditahun ajaran baru sekolah yang memberikan edukasi Batik terus ditingkatkan. Kendati belum secara keseluruhan, namun demikian diharapkan perlahan semua dapat menerapkannya.
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Asbani mengatakan, sesuai dengan Surat Edaran Gubernur DIY dan Peraturan Bupati nomor 197 tahun 2017 tentang penetapan muatan lokal (Mulok), pemerintah terus mengkaji batik agar masuk dalam pembelajaran pada pelajar. Barulah beberapa waktu lalu disepakati, jika pengetahuan membatik harus ditingkatkan.
“Di tahun 2019 SK Kepala Dinas turun yang berisi tentang implementasi peraturan berkaitan dengan batik menjadi salah satu materi di muatan lokal,”kata Asbani, Minggu (27/09/2020).
Hal ini adalah sebagai bentuk pembekalan terhadap para pelajar agar dapat, mengembangkan dan melestarikan potensi dan keunggulan yang dimiliki. Terlebih saat ini dunia batik di bumi handayani semakin melejit, berbagai motif menggambarkan kondisi daerah atau menceritakan suatu hal terus dikembangkan oleh para pengrajin batik.

“Targetnya adalah penanaman pengetahuan tentang batik dan praktik pembuatannya, penanaman sikap peduli tehadap karya batik,” imbuh dia.
Di sisi lain juga untuk mendukung wisata Gunungkidul dengan penyiapan souvernir serta mendukung Jogja sebagai kota batik yang sudah ditetapkan UNESCO. Meski masih ditingkat dasar, namun sudah ada beberapa sekolah yang menerapkan pembelajaran ini. Bahkan siswa sudah ada beberapa karya produksi yang dipanjang di sekolah.
“Yang kami tunjuk untuk kedepan menerapkan muatan lokal ini adalah sekolah perintis batik. Dimana fasilitasnya sudah memadahi kemudian gurunya sudah kami bina dan ada pelatihan,” imbuhnya.
Secara perlahan dari dinas akan memberikan dikat dasar dan lanjutan bagi para guru untuk meningkatkan kemampuan mereka di bidang membatik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan jika nantinya pengetahuan mengenai membatik tidak hanya akan dilakukan di tingkat sekolah dasar melainkan secara berjenjang ke tingkat lebih tinggi. Sebenarnya pengetahuan mengenai batik telah diterapkan sejak lama, akan tetapi keseriusan mulai ditekankan beberapa waktu terakhir berkaca pada potensi yang saat ini dimiliki.
“Secara berjenjang dari Sekolah Dasar sampai SMK/SMA. Sebenarnya sudah banyak sekolah yang menerapkan tapi hanya sebatas ekstrakulikuler atau pengetahuan dasar saja,” ujar Bahron.
Selain Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, ada beberapa OPD lain yang ikut dalam pelestarian dan pengembangan. Masing-masing OPD ini memiliki fungsi tersendiri, mulai dari pelatihan keterampilan, pemasaran dan pelestarian. Kreatifitas sangatlah dibutuhkan untuk mengikuti perkembangan jaman.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
