fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Selama Pandemi Minat Orang Tua Daftarkan Anak ke PAUD Menurun, Pemerintah Terapkan Program Momong Bareng

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul menyebut minat orang tua untuk mendaftarkan anaknya di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada lembaga non formal mengalami penurunan akibat pandemi covid-19. Padahal pendidikan bagi anak yang masih berada di bawah 5 tahun ini sangatlah penting. Untuk itu, meski masih dalam kondisi pandemi dinas mengambil terobosan dengan program Momong Bareng.

Kepala Bidang PAUD Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Nani Asfiah mengatakan, sejauh ini terjadi penurunan minat orang tua dalam mendaftarkan anaknya di usia 0-4 tahun ke lembaga non formal. Penurunan sendiri diperkirakan menyentuh 35%. Berbagai faktor mempengaruhi terjadinya penurunan tersebut.

Adapun untuk tetap menggaet minat orang tua dalam mendaftarkan anak mereka di PAUD dinas kemudian menerapkan program anyar. Saat ini, program tersebut akan dijalankan di seluruh wilayah Gunungkidul. Menurutnya, pendidikan anak usia dini sangatlah dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak.

Berita Lainnya  Program Pengentasan Kemiskinan Diklaim Sukses, Warga Miskin di Gunungkidul Tinggal 17,12 %

“Tahun ini kami akan mengadakan kegiatan Momong Bareng PAUD,” jelas Nani, Sabtu (26/09/2020).

Tujuan dari kegiatan Momong Bareng ini ialah agar anak didik sejak usia 0-4 tahun terdaftar dalam data pokok pendidikan (dapodik). Mereka juga mendapatkan edukasi, melatih kemandirian, dan tumbuh kembang serta kemampuan mereka dapat terpantau.

Selain itu juga anak-anak dapat mengakses dana Bantuan Operasional Pendidikan senilai Rp 600.000 per anak.

“Kami sudah bekerjasama dengan kalurahan, agar jemput bola untuk mendata anak-anak di usia 0 hingha 4 tahun untuk mendaftarkan diri ke lembaga PAUD non formal ini,” kata dia.

Saat ini kalurahan diwajibkan untuk koordinasi dengan dukuh agar menghubungkan para orangtua yang memiliki amak usia tersebut agar mendaftarkan di padukuhan. Mekanisme pendidikan PAUD bagi usia 0-4 ini lebih pada pembelajaran bagi orangtua siswa mengenai stimulus bagi anak di usia emas.

Berita Lainnya  Kunjungi LIPI, Menristekdikti Minta Pemkab Dukung Penuh Pengembangan Teknologi Pengolahan Bahan Pangan

“Seluruh kalurahan di Gunungkidul kan sudah punya lembaga pendirikan non formal, gurunya nanti akan mendatangi kelompok PAUD ini di tingkat RT atau bahkan padukuhan,” jelasnya.

Nani mengatakan, saat ini terdapat 618 lembaga PAUD non formal. PAUD non formal sendiri terdiri dari Tempat Penitipan Anak, Kelompok Bermain, Satuan PAUD Sejenis, Bina Keluarga Balita, Taman Pembelajaran Alquran, serta Taman Binaan Anak Mingguan.

Terpisah, Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, kegiatan Momong Bareng sendiri akan dimulai pada akhir tahun 2020. Masa pendaftaran sendiri terakhir pada 30 September 2020.

“Dengan bekerjasama di tingkat kalurahan, para orang tua diharapkan bisa mendaftar, agar akses BOP dari APBN bisa turun digunakan untuk penunjang pembelajaran anak anak balita,” ujar Bahron.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler