Connect with us

Pariwisata

Warga Lokal Batasi Investor dalam Peran Wisata Gunung Ireng

Diterbitkan

pada

Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Gunung Ireng yang berada di Desa Pengkok, Kecamatan Patuk menjadi lokasi yang nge-hits bagi pecinta swafoto. Pemandangan hamparan kabut di pagi hari dari ketinggian layaknya di atas awan menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun bernama "gunung", tempat ini sebenarnya hanya sebuah bukit berbatu kecil dengan puncak yang gundul. Puncak ini merupakan titik tertinggi di Dusun Srumbung dan dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk berburu sang fajar di Gunungkidul.

Jika dilihat secara lebih, bebatuan vulkanis di puncak bukit ini memang berwarna gelap, dengan sedikit pepohonan yang tumbuh di atasnya. Mungkin warna hitam inilah yang membuat lokasi ini disebut sebagai Gunung Ireng, yang dalam bahasa Jawa berarti "gunung hitam".

Gunung Ireng dibuka menjadi lokasi wisata sejak 2010 silam. Masyarakat setempat yang merasa peduli dan jeli membaca peluang bergotongroyong mengembangkan tempat tersebut menjadi lokasi wisata.

Berita Lainnya  5 Obyek Wisata Religi yang Perlu Dikunjungi Saat Berada di Gunungkidul

Wisata yang menawarkan keindahan alam berupa pemandangan gunung, sunset, sunrise dan hamparan kabut itu kini mulai ramai di kunjungi wisatawan. Akses Gunung Ireng cukup mudah, hanya 100 meter dari jalan utama. Harga tiket masuk sangat terjangkau, pengunjung hanya dikenakan biaya Rp3.000. Dengan pemasukan tersebut, pengelola Gunung Ireng terus berbenah dan meningkatkan fasilitas. Berbagai fasilitas pendukung utamapun saat ini sudah cukup lengkap, mulai dari tempat parkir, toilet, gazebo, tempat penjual makanan.

Kepala Desa Pengkok, Sugit mengatakan, awal mula pengembangan wisata Gunung Ireng sejak 2010. Namun baru pada 2013 wisata itu resmi dilaunching.

"Awalnya kerja bakti swadaya masyarkat untuk membuka wisata ini," ucap Sugit, Minggu (19/08/2018).

Berita Lainnya  Menikmati Pesona Pantai Ngrawe, Pantai Anyar Indah Yang Dikonsep Pengembangan Modern

Ia mengatakan pada awalnya cukup sulit mengembangkan Gunung Ireng menjadi lokasi wisata. Pasalnya, banyak warga masih ragu untuk berperan aktif melakukan pengembangan. Sebab banyak warga beranggapan wisata hanya sebatas pantai di Gunungkidul.

Seiring berkembangnya waktu, masyarakat mulai sadar dan ikut berperan serta melakukan pengembangan. Langkah awal yang menurutnya tepat ialah dengan cara melakukan promosi melalui media sosial.

"Promosi sebenarnya juga dilakukan oleh wisatawan yang pernah berkunjung. Mereka berfoto dan mengunggahnya di media sosial, kita juga melakukan hal yang sama," kata Sugit.

Ia mengatakan, selama ini juga sudah banyak bantuan dari pemerintah dalam pengembangan. Diantaranya pembukaan akses jalan hingga pembangunan gazebo.

"Ada bantuan lagi dari Dinas Pariwisata (Dispar) DIY belum lama ini, kami gunakan untuk perbaikan akses jalan, dan pembangunan gazebo untuk tempat duduk-duduk menikmati suasana di sini. Dua minggu ini mungkin selesai," katanya.

Berita Lainnya  AMPTA Berkolaborasi dengan El Farm Kembangkan Wisata Berbasis Ternak Kambing

Ia berharap wisata Gunung Ireng ini tidak hanya sebagai wisata spot selfie, namun juga sebagai wisata edukasi, karena bebantuan di Gunung Ireng dapat menjadi media pembelajaran terbentuknya Gunung Ireng tersebut dan bebatuan yang ada disana.

Sugit juga menekankan pengembangan Gunung Ireng akan terus dikelola warga, dan sangat membatasi masuknya investor. Hal itu dikarenakan adanya kekhawatiran masyarakat lokal justru kehilangan peran.

"Jika diserahkan investor, nanti warga hanya jadi penonton," ujarnya.

Salah satu pengunjung Wendi mengatakan, sangat menarik pemandangan di Gunung Ireng terutama saat pagi hari.

"Sangat menarik terlebih saat masih ada kabutnya, buat foto-foto bagus,"tutur Sugit.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Kunjungan Terus Meningkat, Pemkab Naikkan Target PAD Wisata Jadi Rp63,2 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 menjadi...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Berita Terpopuler