Pariwisata
Turunan Watu Payung, Suguhkan Pesona Mentari Terbit
Panggang,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Mayoritas kawasan di Gunungkidul terdiri dari perbukitan. Kondisi ini tentu menjadi potensi daya tarik tersendiri bagi pariwisata yang tengah bergeliat di Bumi Handayani ini. Selain plhamparan pasir putih yang menawan, kawasan perbukitan dan pegunungan yang ada pun tak kalah indahnya. Ada beragam destinasi di kawasan perbukitan yang mulai bermunculan, salah satunya adalah destinasi Turunan Watu Payung.
Obyek wisata yang belum lama ini mendapatkan penghargaan dan pengakuan berkaitan dengan geoforest dan predikat lain itu terletak di Padukuhan Turunan, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang. Dari pusat kota Wonosari membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit hingga 1 jam lamanya.
Pesona yang disuguhkan sendiri jika pagi dan sore hari adalah hamparan pegunungan hijau yang cukup menarik hati pengunjung. Dari sekitar area parkir, pengunjung masih harus berjalan kaki menyusuri hutan jati. Dalam perjalanan ini, tentu ada kesan yang berbeda. Tak hanyanitu, terdapat batu yang tampak seperti payung. Dari situlah, nama Turunan Watu Payung diambil oleh para pengelola dan masyarakat.
Di sekitar lokasi ini juga terdapat ornamen-ornamen yang indah dan unik. Fungsinya sebagai penghias dan mempercantik kawasan geoforest Turunan Watu Payung. Tak sedikit dari pengunjung yang ber foto ria di spot-spot yang ada ini.
Pemandangan alam terbuka yang ada di kawasan ini sangatlah mempesona. Pasalnya jauh dari hiruk pikuk perkotaan, suasananya tenang dan nyaman. Membuat pengunjung yang ada betah dengan tempat wisata ini. Pada spot-spot yang dibuat oleh pengelola dengan bahan alam layaknya akar pepohonan dan benda lain yang terpajang di lokasi ini menjadi spot favorit bagi pengunjung untuk diabadikan gambarnya.
“Suka sih dengan kondisi di alam terbuka ini. Nyaman, terus cocok banget kalau untuk mengusir lelah dan kejenuhan di kota atau dengan pekerjaan,” kata Aga Chresna, salah seorang pengunjung Turunan Watu Payung.
Berkunjung ke obyek wisata ini bisa dilakukan kapan saja sebenarnya. Untuk mereka yang mengejar moment indah biasanya datang untuk berwisata sembari berfoto ada pagi hari ataupun sore hingga malam hari. Untuk bagi hari merupakan waktu yang tepat berkunjung ke Turunan Watu Payung. Indahnya matahari terbit bisa dilihat dari kawasan wisata instagramable ini.
Pesona Watu Payung ini pun tidak ada habisnya, lepas matahari terbit kabut tebalnakan menyelimuti sekeliling perbukitan. Berkunjung ke Watu Payung dipagi hari layaknya berada di negeri khayangan gmyang diselimuti kabut yang semakin mempercantik dan memberikan kenyamanan lebih.
“Adem dan indah kalau ke sini (Watu Payung). Biasanya kalau yang jadi spot favorit itukan yang terlihat hamparan hijaunya dan ada sungai Oya yang terliat,” tambah dia.
Meski saat ini kemarau, namun pemandangan indah di sini pun juga tak luntur. Justru, tumbuhan yang semula bewarna hijau dan saat ini meranggas berubah jadi kering dan coklat pun juga tetap indah saat difoto. (arista)
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
