Peristiwa
Drama Panas Pilkades Bunder, Dari Aksi Demo Hingga Mundurnya Ketua Panitia
Patuk, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Panasnya suasana Pilkades Bunder, Kecamatan Patuk yang dimulai saat proses pendaftaran lalu akhirnya menuai gerakan dari masyarakat. Pada Selasa (10/08/2019) pagi tadi, puluhan warga masyarakat pendukung salah satu bakal calon Kepala Desa Bunder menggeruduk Balai Desa Bunder. Warga memprotes Panitia Pilkades Bunder yang telah mencoret salah satu bakal calon, Ngadiyat. Mantan Dukuh ini dinyatakan gugur dalam seleksi administrasi yang terpaksa dilakukan lantaran adanya 6 pendaftar dalam Pilkades Bunder.
Ngadiyat dinyatakan gugur panitia oleh panitia setelah kalah bersaing dalam seleksi administrasi dengan 5 kandidat lainnya. Perolehan nilai menduduki urutan buncit. Dengan keputusan ini, Ngadiyat untuk sementara tersingkir dan tidak berhak untuk mengikuti tahapan selanjutnya dari Pilkades Bunder.
Hasil penilaian dari Panitia Pilkades inilah yang kemudian menuai masalah. Ngadiyat yang selama 9 tahun menjabat Dukuh Widoro Wetan hingga pada 2016 silam ini merasa seharusnya pengalamannya sebagai mantan dukuh tersebut bisa menjadi penentu kelolosannya. Dalam penilaian yang dilakukan oleh panitia, hal tersebut memang tak dihitung lantaran ketika proses pendaftaran, Ngadiyat tidak bisa menunjukkan SK asli pengangkatannya. Alhasil kemudian ia terdepak dari Pilkades Bunder.
Hal ini langsung membuat Ngadiyat dan pendukungnya meradang. Merasa ada ketidakadilan, mereka lantas memutuskan untuk menggelar aksi demonstrasi di Balai Desa Bunder.
“Saya merasa dizolimi, saya juga tidak bisa membendung masyarakat untuk melakukan aksi. Saya warga negara dan pernah mengabdi tapi pengabdian saya tidak ada nilainya,” ungkap Ngadiyat kesal kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com di sela-sela aksi.
Ngadiyat dan pendukungnya dalam aksi demonstrasi ini berniat untuk meminta keterangan yang menjadi alasan Ngadiyat dinyatakan gugur dan tidak bisa mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa Bunder.
“Tadi kami mendatangi Balai desa untuk meminta keadilan, masyarakat menjadi saksi bahwa saya itu dulu dukuh,” tegasnya.
Dalam aksi ini, massa menuntut pengumuman hasil seleksi Calon Kades Bunder yang telah ditempel oleh panitia di Balai Desa dibatalkan. Keputusan ini dinilai bermasalah dan tidak sesuai dengan aturan. Selanjutnya pihak Ngadiyat akan melayangkan nota keberatan kepada Pemdes Bunder, panitia dan pengawas Kecamatan Patuk.
“Sesuai dengan aturan, kami tunggu itikad pada enam hari kalender terhitung dari hari ini. Jika tidak, kami akan mengambil langkah hukum,” tandas dia.

Sementara itu, Sekdes Bunder, Sidik saat dikonfirmasi memilih untuk irit berkomentar. Ia justru mengaku saat ini sedang tidak enak badan sehingga tidak bisa memberikan banyak keterangan. Ia hanya menjelaskan bahwa dalam proses pendaftaran, Ngadiyat memang dianggap tidak pernah menjadi Dukuh. Keputusan ini diambil lantaran yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan SK asli dari pengangkatannya.
“Saat yang bersangkutan meminta legalisir tidak bisa menunjukkan SK aslinya sehingga kami tidak bisa serta merta membubuhkan tanda tangan. Sesuai prosedur, memang harus menunjukkan SK Aslinya,” terang Sidik.
Adapun buntut dari panasnya Pilkades Bunder ini cukup panjang. Ketua Panitia Pilkades Bunder, Slamet Wibowo bahkan sampai memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Sementara anggota panitia yang lainnya pun memilih bungkam enggan memberi komentar.
Terpisah, PJ Kepala Desa Bunder, Sukemi memaparkan, meski sudah diumumkan, hasil seleksi berkas administrasi Pilkades Bunder ini belumlah final. Sesuai dengan tahapan yang ada, baru 13 Oktober mendatang penetapan Calon Kepala Desa.
“Sebelum tanggal 13 (Oktober), siapapun yang melayangkan keberatan terhadap putusan kami persilahkan,” pungkas Sukemi.
-
Uncategorized3 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial4 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
