Connect with us

Sosial

Kreatif, Ibu Muda Ini Sukses Kembangkan Tape Jadi Makanan Sedap Dan Modern

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Berkembangnya pariwisata di Gunungkidul memicu berbagai sektor untuk berkembang. Salah satunya adalah sektor kuliner. Jenis usaha kuliner saat ini sangat prospektif lantaran pasarnya yang sangat luas, tak lagi hanya masyarakat Gunungkidul saja, akan tetapi juga para wisatawan.

Namun dengan pangsa pasar semacam ini, tentu sudah disadari oleh para pelaku usaha lainnya yang juga ramai-ramai terjun ke sektor kuliner. Hal ini membuat persaingan menjadi sangat ketat dan menjadikan para pelaku usaha harus pintar-pintar dalam berinovasi dan berkreasi.

Mencoba menembus pasar kuliner ini, inovasi kreatif dilakukan oleh salah seorang warga Padukuhan Purwosari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Widi Rastra Juwita. Ibu muda ini mengembangkan kuliner dengan bahan dasar tape. Dengan brand Maikai, Widi berusaha membuat bahan makanan yang terbuat dari singkong ini menjadi lebih nikmat dengan berbagai varian rasa namun juga ditunjang dengan tampilan yang sangat menarik.

Berita Lainnya  Masih Ada 10 persen Perusahaan di Gunungkidul yang Belum Penuhi Kewajiban THR 2020

Ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, Widi mengungkapkan bahwa tape Maikae buatannya ini memang sangat berbeda dengan tape kebanyakan yang dijual di pasaran lokal. Dalam tapenya ini, ia berinovasi untuk menambahkan bahan seperti coklat serta keju mozzarella. Bagian dalam tape sengaja dibuat kosong dan kemudian diisi dengan varian rasa tersebut.

“Saat digigit inilah sensasinya baru keluar, yaitu isian rasanya meleleh di dalam mulut,” ucap dia, Sabtu (30/06/2018) siang.

Selain tape isi, ia juga mulai mengembangkan varian lainnya berupa tape malkist. Varian anyar dari Maikai ini memberikan pilihan kepada para konsumen yang menggemari makanan yang cukup renyah. Sesuai namanya, tape ini dibungkus dengan 2 lapis roti malkis sebelum dimasak.

“Sedang dikembangkan untuk varian atau rasa lainnya agar lebih memanjakan pelanggan,” ucap dia.

Berita Lainnya  Jalan-jalan Untuk Menikmati Hidup, Para Traveller "Ekstrim" Ini Sulap Mobil Jadi Rumah

Meski dengan konsep yang mewah dan menjanjikan sensasi kelezatan menikmati tape yang lebih modern, akan tetapi Widi menjual tape Maikai dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk Maikai rasa coklat, ia jual dengan harga Rp1.000 per butirnya. Untuk Maikai rasa keju Mozzarella dijual dengan harga Rp1.500 per butirnya. Sementara untuk malkist, dijual dengan paket seharga Rp5.000 berisi lima buah.

Meski saat ini masih dijual secara online, akan tetapi sudah sangat banyak penggemar tape Maikai. Dalam sehari, sudah puluhan pesanan yang masuk kepadanya.

“Sementara masih online dulu, semoga cepat berkembang dan bisa segera membuat outlet sendiri,” lanjut dia.

Angan-angannya membuat outlet ini tak lepas dari ambisi Widi untuk bisa membuat tape ini menjadi salah satu oleh-oleh wajib di Gunungkidul. Dampak dari berkembangnya hal ini nantinya tidak hanya berimbas kepada usahanya, akan tetapi juga industri rumahan lainnya. Pasalnya, untuk usahanya tersebut, ia banyak melibatkan para perajin tape sebagai bahan baku produknya.

Berita Lainnya  Peringati Hari Pahlawan, Generasi Muda Diminta Lebih Berprestasi dan Berbudaya

“Selain itu di Gunungkidul ini kan produksi ketelanya cukup banyak, kalau bisa dijual dalam bentuk makanan jadi seperti ini, nilainya kan bisa jauh lebih tinggi, jadi nanti petani serta pembuat tape bisa juga ikut sejahtera,” urai Widi.

Sementara salah satu pelanggan tape Maikai, Raymond mengaku baru pertama kali membeli tape meleleh ini. Namun demikian, ia langsung suka dengan sensasi rasa yang ada. Raymond sendiri pertama kali tahu perihal tape Maikae dari kawannya.

“Rasanya enak dan inovasi yang bagus saya rasa. Pas sekali jadi camilan, apalagi dinikmati dalam keadaan panas,” ujarnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler