Connect with us

Sosial

Potensi Besar Pertanian Kacang Hijau, Harga Tinggi dan 60 Hari Sudah Panen

Diterbitkan

pada

Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Selain kacang tanah dan kacang kedelai, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mendorong petani tadah hujan mulai aktif menamam kacang hijau. Sebab, nilai keuntungan menanam komoditi ini jauh lebih menguntungkan. Dengan demikian, pendapatan para petani akan meningkat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto usai menghadiri acara panen perdana kacang hijau di Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Selasa (23/06/2020). Bambang menjelaskan, saat ini pemerintah tengah mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan pertanian kacang hijau varitas Vima 3. Varietas tersebut mempunyai potensi produksi sampai 2,1 ton per hektar dengan rata-rata produksi 1,7 ton per hektarnya.

“Untuk umur panen juga cukup cepat yakni 60 hari setelah tanam,” ucap Bambang.

Untuk Gunungkidul sendiri, program pengembangan kacang hijau baru dilakukan pada tahun 2020 ini dengan luas lahan 200 hektar. Sebelumnya petani menanam kacang hijau hanya sebagai tanaman tumpangsari di daerah bekas persawahan padi di musim kemarau dengan rata rata produksi 0,6 ton per hektar.

Berita Lainnya  Permendagri Nama Anak Minimal 2 Kata, Disdukcapil: Yang 1 Kata Tetap Dilayani

“Pada tahun 2019 ditanam seluas 104 hektar secara swadaya. Melihat antusiasme petani untuk dapat menanam kacang hijau kami sangat mendukung karena hasil yang didapat sangat menguntungkan petani. Saat ini harga kacang hijau antara Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu per kilogram,” ujar Bambang.

Dengan harga tersebut, jika satu hektar lahan dipenuhi oleh tanaman kacang hijau nantinya dapat menghasilkan Rp 24 juta dalam waktu hanya 60 hari. Kacang hijau ini juga tahan terhadap kekeringan sesuai kondisi iklim di Gunungkidul.

“Untuk tahun tahun 2020 diprediksi luas panen kacang hijau mencapai 258 hektar dengan rata-rata produksi 1,3 ton per hektar sehingga dicapai produksi 335,6 ton wose. Ke depan kita akan upayakan peningkatan luas tanam kacang hijau sesuai keinginan dan harapan para petani,” jelas dia.

Sementara itu salah seorang petani dari poktan Dadi Makmur Padukuhan Glidag, Eko Cahyanto memaparkan bahwa di wilayahnya saat ini tengah membuat seruan “Sebutir Biji untuk Konsumsi Negeri”. Hal itu dimaksudkan untuk menggerakan para petani dan warga agar terjun mengembangkan pertanian di desanya.

Berita Lainnya  Dampak Buruk Antraks di Gunungkidul, Tingkat Konsumsi Masyarakat Menurun Sejak Awal Bulan

“Harapan kita tidak usah merantau keluar desa. Ibaratnya hanya dengan menanam sebutir biji akan tumbuh menghasilkan pangan untuk konsumsi masyarakat sehingga terjaga ketahanan pangan ditengah pandemic covid-19,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Eko memohon dukungan pemerintah Dinas Pertanian dan Pangan guna menggerakkan masyarakat Glidag dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan lewat budidaya pertanian yang ada.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Sido Agung Logandeng, Lasiyo menjelaskan bahwa luas hamparan di poktan Dadi Makmur Glidag Desa Logandeng di musim tanam kedua seluas 5 hektar tersebut merupakan bantuan pemerintah. Terdiri benih kacang hijau varitas Vima-3 sebesar 125 kg, dan pupuk hayati 15 liter.

Saat panen umur kacang hijau 60 hari, hasil ubinan yang didapat mencapai 1,6 ton per hektar. Karena dirasa cukup berhasil dalam membudidayakan kacang hijau, Poktan Desa Logandeng berharap tahun depan dipercaya lagi untuk pengembangan kacang hijau lebih luas dari pertanaman sekarang yaitu dari 5 hektar menjadi 10 hektar.

Berita Lainnya  Kado Istimewa dari Kementrian Bagi Penghuni Rutan di Hari Natal

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata2 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler