Connect with us

Sosial

Menelisik Rumah Persinggahan Jendral Sudirman di Paliyan Saat Perang Gerilya

Diterbitkan

pada

Paliyan,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Selama gerilya, Panglima Jendral Sudirman singgah di beberapa tempat di Gunungkidul. Bahkan diperoleh informasi bahwa dirinya sempat singgah di salah satu rumah di Padukuhan Karangtengah, Kalurahan Karangduwet, Kapanewon Playen. Kini rumah itu dihuni oleh pasangan Siswo Suparjiyo (90) dan Samiyem (70).

Saat pidjar-com-525357.hostingersite.com menemui pasangan ini pada Senin (12/10/2020) siang, Samiyem yang pada saat itu masih usia 10 tahun mengulas, sore itu pada pertengahan tahun 1948, ia tengah bermain di belakang rumah. Ia bersama tiga kakaknya kaget. Sekitar pukul 16.00 WIB, terdapat laki-laki berpakaian hitam ditandu oleh prajurit berpakaian gelap.

Samiyem kaget hingga memegangi kain jarit yang dijadikan rok ibunya. Sambil meringik Samiyem merasa takut dengan datangnya pasukan itu.

“Kulo ngrengik, mbok mbok kui sopo mbok aku wedi (Ibu, itu siapa saya takut),” papar Samiyem sembari mengulas masa kecilnya.

Namun saat itu, ibunya menentramkan hati Samiyem kecil. Ibunya mengatakan, itu adalah Jendral Sudirman yang tengah ditandu pasukannya. Saat rombongan Jendral Sudirman datang, orangtua Samiyem kemudian bergegas ke dapur untuk menyiapkan air minum dan juga rebusan telur.

“Ajudannya datang ke dapur, Ibu dimintai tolong untuk merebuskan telur untuk dimakan Jendral,” ulas Samiyem.

Samiyem ingat betul, Panglima Perang Griliya tersebut dibiarkan berbaring di dipan ruang tengah rumahnya. Di dekat dipan terdapat meja kecil yang digunakan untuk meletakkan telur rebus dan juga air.

Berita Lainnya  Libatkan 69 Seniman, UNU Yogyakarta Gelar Pameran Seni Rupa Indonesia 100 Persen

Jendral Sudirman kala itu bermalam di rumahnya. Hingga pada pukul 04.00 WIB keesokan harinya, Sang Jendral kemudian kembali ditandu oleh para pasukannya untuk meneruskan perang.

“Seingat saya pasukannya yang ikut menunggu Jendral di rumah ini hanya beberapa saja, membawa pasukan dan berjaga-jaga,” jelas dia.

Beberapa hari setelah digunakan untuk singgah Jendral Sudirman, dari udara wilayah Padukuhan Karangtengah sempat dihujani peluru oleh Pasukan Belanda. Warga di padukuhan ini banyak yang mengungsi di wilayah pegunungan sisi selatan.

“Tapi saya dan ibu tidak mengungsi, pas ada serangan saya diajak ibu ngumpat di dekat tanaman kara, saya teriak ibu itu bu, saya disuruh diam,” urai Samiyem.

Ia masih ingat betul, hanya rumahnya yang tidak tertembus peluru. Hanya satu keping peluru seukuran baterai jatuh tepat di ceting (tempat nasi) dapurnya.

Berita Lainnya  Sejumlah Warga Gunungkidul Tersandung Kasus Terorisme, Bagaimana Respon Pemerintah?

“Ukarannya kecil, saya kira ulat. Tapi ibu bilang saya tidak boleh menyentuhnya,” ujar dia.

Sementara Siswo yang saat itu masih kecil juga masih ingat betul. Rumah Siswo dan Samiyem memang tidak jauh. Sore itu dia tengah mencari pakan ternak. Namun iring-iringan pasukan menggunakan seragam menuju rumah Samiyem. Ia lantas berlari ke rumah Samiyem melihat iring-iringan tersebut.

“Sebelum Jendral kesini, saya dikasih tau sama orang sakti yang berbicara dengan orangtua saya, kalau ada orang hebat akan datang ke desa Karangduwet ini, saya sambung-sambungkan kok benar,” ulas Siswo.

Kakek dari empat orang cucu ini kemudian menikah dengan Samiyem. Hingga tahun 1955, anak dari Jendral Sudirman datang dan membangunkan monumen di depan ruamhnya. Memang monumen tersebut berbentuk wajah Jendral dengan tandunya.

Berita Lainnya  Tanah Kas Desa Digunakan Tanpa Izin, Satpol PP Segera Merapat

“Kemudian dipan dan bangku dibawa ke museum,” kata Siswo.

Ia bersyukur, rumah yang kini menjadi bangunan Cagar Budaya di Gunungkidul ini pernah disinggahi orang besar. Bahkan ia sendiri merasakan, keberkahan dari pasinggahan Jendral Sudirman ia rasakan bingga kini.

“Saya merasa sepanjang hidup tidak pernah kekurangan, punya anak satu cucu empat Alhamdulillah sudah mentas semua,” ujarnya sambil tersenyum.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata6 hari yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler