bisnis
Dampak Cuaca Buruk, Hasil Tangkapan Gurita Tahun Ini Menurun
Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Perubahan cuaca yang ekstrem belakangan ini berdampak pada aktivitas nelayan di pantai selatan Gunungkidul. Hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi yang terjadi sangat mempengaruhi sektor kelautan dimana nelayan kesulitan melaut, sehingga hasil tangkapan dinilai tidak maksimal.
Petugas Tempat Pelelangan Ikan Pantai Drini, Budi mengatakan, tahun ini hasil tangkapan gurita dan harganya menurun agak jauh. Jika tahun kemarin harga mencapai angka Rp 50.000 untuk satu kilo gurita, tahun ini harga dari nelayan hanya berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per kilo.
“Kemarin ada 3 kapal yang mencari gurita. Dari sekian kapal hanya seorang nelayan yang dapat 4kg gurita. Lainnya zonk. Padahal tahun lalu itu satu kapal bisa dapat hampir 1,5 kuintal. Harga juga anjlok, cuma Rp. 20.000 sekilo” tegas Budi.
Salah seorang nelayan di Pantai Ngandong, Rujimanto. Musim seperti ini (November) biasanya nelayan memanen gurita dengan jumlah yang banyak. Akan tetapi, tahun ini karena kondisi cuaca yang tidak menentu perolehan nelayan tidak lebih bagus dari tahun kemarin.
“Cuaca buruk menyebabkan aktivitas nelayan tidak seperti biasa. Selain itu, hasil laut yang terlalu kompleks dan berada pada jangka waktu yang berdekatan juga mengakibatkan turunnya harga ekspor,” ucap Rujimanto.

“Pokoknya jauh lebih bagus tahun kemarin. Musim tangkapnya lama. Harga jual juga jauh menurun tahun ini” tambahnya.
Ia mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan gurita, seorang nelayan harus bertaruh nyawa dengan ombak laut selatan yang cukup ganas. Posisi yang terlalu dekat dengan tebing dapat mengakibatkan perahu terhantam ombak dan terbalik.
“Mereka tempatnya di dekat tebing, tapi kita harus sangat waspada. Kebanyakan kasus perahu terbalik kan karna kehantam ombak gitu. Apalagi sekarang sering hujan campur angin, nelayan makin takut melaut” ujar dia.
Untuk memancing hewan Octopoda berlengan delapan ini cukup mudah hanya membutuhkan kayu, sendok, pewarna, dan tali senar. Kayu dibentuk seperti kepala hewan kemudian disemprot menggunakan Pylox aerosol warna oranye. Kemudian sendok dipotong pada bagian bulatnya dan disambungkan ke kayu menggunakan senar.
“Gurita tertarik pada warna-warna yang mencolok, jadi biasanya kami gunakan warna oranye. Kalau sendok itu biar ada kesan kerlip di bawah air. Harus pakai sendok, sekaligus sebagai pemberat” terang Rujimanto.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized1 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Peristiwa4 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa4 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa1 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa2 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
