Sosial
Hujan di Musim Kemarau, Ini Penyebabnya
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Beberapa hari terakhir ini, di wilayah di DIY termasuk di Kabupaten Gunungkidul dilanda hujan yang cukup deras. Bahkan selain intensitas hujan yang cukup tinggi, hujan yang terjadi tersebut disertai dengan kilatan petir dan angin kencang. Pada Rabu (16/06/2021) kemarin, hujan deras bahkan terjadi hingga malam hari. Tentu hujan seperti ini cukup mengherankan bagi sebagian besar masyarakat lantaran sekarang ini telah masuk musim kemarau. Banyak yang bertanya-tanya mengenai fenomena yang terjadi belakangan ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY memberikan klarifikasi mengenai kondisi yang terjadi belakangan. Hujan di musim kemarau ini disebabkan lantaran terdapat Low Pressure Area (pusat tekanan rendah) di sebelah barat Sumatera. Hal ini kemudian memicu konvergensi angin di lapisan 700 mb antara angin dari barat laut dan timur laut di wilayah Jawa.
“Sea Surface Temperature di perairan sekitar Jawa masih hangat 28 – 30 derajat celcius. Ini mengakibatkan kelembaban udara di lapisan bawah (850 mb) cukup tinggi yaitu di atas 80%,” kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Haryati, Kamis (17/06/2021).
Kondisi mendung gelap bahkan hujan deras yang disertai kilatan dan angin berpotensi terjadi 1 sampai 2 hari ke depan. Namun begitu, tidak menutup kemungkinan dapat terjadi di selanjutnya. Kondisi ini juga berpengaruh pada gelombang laut di perairan selatan DIY.
“Gelombang air laut cukup tinggi dengan kisaran 2,5 sampai dengan 4 meter. Kemungkinan selama beberapa hari ke depan kondisi memang tidak stabil, gelombang tinggi kemungkinan terjadi sampai 19 Juni 2021 mendatang,” jelas dia.

BMKG sendiri menghimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas. Sebab kondisi yang tidak menentu ini bisa memicu terjadinya bencana alam seperti pohon tumbang, banjir, atau angin kencang.
Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Pantai Sadeng, Sunu Handoko Bayu menambahkan, kenaikan gelombang memang sudah terjadi sejak beberapa hari silam. Pada Rabu malam tadi, gelombang juga agak tinggi dan diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Sudah ada peningkatan gelombang. Kalau nelayan kemarin masih melaut, hari ini kita cek dulu,” ucapnya.
Setiap gelombang laut mengalami kenaikan dan cuaca tidak menentu, SAR memberikan himbauan sebagai antisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Sebab selama ini terkadang ada laka laut yang disebabkan karena gelombang meningkat.
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Peristiwa4 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized2 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized3 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
