Sosial
25 Ton Pupuk Disalurkan Prof Sutrisna Wibawa Untuk Petani di Kawasan Utara Gunungkidul
Semin,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Bantuan pupuk untuk petani Gunungkidul kembali disalurkan oleb prof. Dr Sutrisna Wibawa bersama dengan Sumanto, SE dan timnya. Minggu (03/09/2023) kemarin sebanyak 25 ton pupuk didistribusikan untuk petani di wilayah utara Bumi Handayani. Sengan pemberian pupuk secara gratis dan pengenalan program plasma terhadap petani ini, diharapkan mampu semakin memajukan sektor pertanian Gunungkidul.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Prof Dr. Sutrisna Wibawa mengatakan, sehari kemarin ia bersama tim yang ada telah menyalurkan 25 ton pupuk untuk petani di tiga wilayah. Mendekati persiapan masa tanam pertama tentunya para petani membutuhkan pupuk untuk lahan mereka. Maka dari itu, saat ini pihaknya terus menggenjot penyaluran bantuan pupuk tersebut.
“Seharian kami salurkan 3 lokasi yakni di Padukuhan Buyutan, Kalurahan Watusigar ada 10 ton, di Pundungsari untuk 2 dusun itu ada 2 ton, dan di Pugersar, Kalurahan Karangsari ini ada 13 ton,” terang Sutrisna Wibawa.
Selain menyalurkan bantuan pupuk ini, pihaknya juga mensosialisasikan program yang ia gagas bersama dengan Sumanto yakni program plasma untuk membantu petani Gunungkidul dalam menghadapi permasalahan pertanian, misalnya saja soal pengairan, pupuk, benih yang dibutuhkan petani, hingga penanganan pasca panen.
“Saya bersama pak Sumanto memiliki keinginan untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan perhatian ke hulu yaitu kepada petani,” papar Sutrisna Wibawa disela-sela menghadiri acara rasulan di Padukuhan Pugersari.

Ia menjelaskan, bantuan 10.000 ton pupuk ini akan diserahkan secara bertahap untuk petani di seluruh wilayah Gunungkidul. Untuk saat ini sekitar 100 ton pupuk telah diserahkan ke kelompok tani di beberapa padukuhan dan kalurahan.
“Kalau untuk sekarang kami berikan secara gratis, tapi ke depan tentu tidak. Harapannya ini bisa menjadi pembangkit para petani agar bisa lebih sejahtera. Kami ke depan juga berupaya memilah apa yang menjadi kebutuhan petani, misal bibit atau bagaimana penanganan pasca panen (penjualan) dalam bentuk mentah, setengah jadi atau sudah siap edar akan kami bantu pasarkan. Namun tentu dalam jumlah besar karena operasi ini kan nasional,” ujar mantan Rektor UNY yang sekarang menjabat sebagai ketua Koperasi Jaringan Jasa Usaha Bersama ini.
Dengan program tersebut, isu kemiskinan daerah nasional dan sedikit demi sedikit teratasi. Menurutnya, sekitar 80% penduduk Gunungkidul berprofesi sebagai petani. Hal itu menunjukkan bagaimana pentingnya penguatan di sektor pertanian sebagai sumber perekonomian warga dan daerah.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, Gunungkidul selama ini dikenal dengan lahan yang tandus. Untuk pertanian, para petani hanya mengandalkan sistem tadah hujan saja, dengan beragam inovasi yang dilakukan. Pihaknya juga mengenalkan bercocok tani dengan sistem polybag sehingga kapanpun petani bisa bercocok tanam dan panen.
Tak hanya sayuran, akan tetapi berdasarkan uji coba yang dilakukan padi juga bisa memanfaatkan sistem ini.
Sementara itu, penggerak Koperasi Jaringan Usaha Bersama, Andri mengatakan, selain berkaitan dengan pupuk dan bibit ternyata banyak keluhan masyarakat mengenai pemenuhan kebutuhan air untuk lahan pertanian. Saat ini, pihaknya juga masih berkoordinasi dan melakukan pembahasan terkait dengan program pengairan lahan pertanian.
“Kami tampung dulu aspirasi masyarakat khususnya petani. Ini sedang kami bahas akan seperti apa program yang diberikan dan bagaimana mekanismenya,” papar Andri.
Berkaitan dengan program bantuan pupuk, saat ini sudah 100 ton lebih yang tersalurkan. Pihaknya pun terus mengebut penyaluran pupuk ke para petani di daerah yang sekiranya membutuhkan dan pro aktif mengakses bantuan dari pihak swasta ini.
“Untuk pupuk ini kan targetnya 10.000 ton, ini masih terus kami salurkan ke para petani tentunya juga memperhatikan ketersediaannya,” papar dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
