Pemerintahan
Sebaran SPPG Belum Merata, Masih Ada 7000 Pelajar Gunungkidul Yang Masih Belum Bisa Nikmati MBG
Wonosari, (pidjar.com)-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul hingga saat ini terus diperluas. Namun demikian, hingga awal Juni 2026, masih terdapat 7.444 peserta didik yang belum menerima manfaat program tersebut. Hal ini lantaran adanya keterbatasan infrastruktur pendukung dan belum meratanya sebaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memjangkau kawasan-kawasan terpencil di Gunungkidul.
Data Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat, sebanyak 237 satuan pendidikan dari berbagai jenjang masih belum terjangkau layanan MBG. Jumlah penerima yang belum terlayani terdiri dari anak usia dini hingga siswa sekolah menengah pertama.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan program MBG sejauh ini telah berjalan di sebagian besar sekolah dan satuan pendidikan di wilayahnya.
“Program sudah berjalan lancar karena MBG dipasok setiap hari saat hari sekolah,” kata Nunuk kepada wartawan,Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, program MBG telah menjangkau 482 taman kanak-kanak (TK) dengan total 12.455 anak penerima manfaat. Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), program ini telah berjalan di 419 sekolah dengan jumlah penerima mencapai 40.809 siswa.
Sementara itu, di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), MBG telah menyasar 99 sekolah dengan total 22.478 siswa penerima manfaat.
Tak hanya pendidikan formal, program tersebut juga telah menjangkau 16 Tempat Penitipan Anak (TPA) dengan 344 anak penerima manfaat, 121 kelompok bermain dengan 6.099 anak, serta 121 Satuan PAUD Sejenis (SPS) yang tersebar di berbagai wilayah Gunungkidul.
Meski demikian, ditambahkan Nunuk, masih terdapat sejumlah sekolah yang belum mendapatkan layanan MBG. Di jenjang TK, sebanyak 76 sekolah dengan 1.272 anak belum menerima program tersebut. Pada tingkat SD, terdapat 41 sekolah dengan total 3.294 siswa yang belum terlayani.
Sedangkan di tingkat SMP, masih ada tujuh sekolah dengan jumlah 1.177 siswa yang belum menikmati program makan gratis dari pemerintah.
“Kalau dijumlahkan ada 237 satuan pendidikan dengan jumlah 7.444 anak yang belum menerima MBG,” ujarnya.
Menurut Nunuk, perluasan program tidak hanya bergantung pada kesiapan sekolah, tetapi juga ketersediaan infrastruktur yang bertugas mengelola, menyiapkan, dan mendistribusikan makanan kepada peserta didik setiap hari.
Ia menjelaskan, keberadaan fasilitas pendukung menjadi faktor penting agar distribusi makanan dapat berjalan tepat waktu dan menjangkau seluruh sasaran penerima manfaat.
“Biar bisa berjalan, maka harus didukung infrastruktur yang mengelola MBG. Jadi hingga sekarang belum semua murid mendapatkan program makan gratis,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gunungkidul, M. Johan Wijayanto, menyebut Program Makan Bergizi Gratis saat ini telah memberikan manfaat kepada sekitar 159.300 penerima di Kabupaten Gunungkidul.
Untuk mendukung pelaksanaan program, saat ini terdapat 76 SPPG yang beroperasi di Gunungkidul. Fasilitas tersebut bertugas menyiapkan sekaligus mendistribusikan makanan bergizi kepada kelompok sasaran setiap hari.
“Sudah berjalan secara rutin. Tapi sebaran dari SPPG juga belum merata di seluruh wilayah sehingga masih ada kelompok sasaran yang belum menerima manfaat,” kata Johan.
Menurutnya, belum meratanya keberadaan SPPG menjadi tantangan utama dalam perluasan cakupan MBG di Gunungkidul. Kondisi geografis wilayah yang luas membuat distribusi makanan membutuhkan jaringan pelayanan yang lebih merata.
Pemkab Gunungkidul berharap jumlah SPPG dapat terus bertambah dalam waktu mendatang. Penambahan fasilitas tersebut dinilai menjadi kunci untuk memperluas jangkauan layanan dan memastikan seluruh peserta didik dapat menikmati Program Makan Bergizi Gratis secara merata.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
