Connect with us

Peristiwa

Daerah Perbatasan Dianggap Jadi Jalur Mulus Peredaran Narkoba

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Wilayah perbatasan masih menjadi terget operasi pemberantasan narkoba di Gunungkidul. Disinyalir, para pelaku merasa aman apabila melakukan transaksi di lokasi yang dianggap strategis tersebut. Hal ini lantaran daerah perbatasan merupakan sasaran mudah bagi para bandar untuk menyelundupkan narkoba.

Beberapa waktu lalu Jajaran Satresnarkoba Polres Gunungkidul berhasil mengungkap 2 kasus peredaran narkoba di wilayah Gunungkidul. Satu dari dua kasus tersebut diringkus saat melakukan transaksi di wilayah perbatasan Gunungkidul, tepatnya di Kecamatan Ngawen.

Penangkapan tersebut dilakukan pada Senin (01/01) lalu. Berbekal informasi dari masyarakat mengenai adanya peredaran narkoba di wilayah perbatasan Kecamatan Ngawen dengan Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, petugas langsung bergerak cepat menindak lanjuti laporan tersebut.

"Waktu itu kita berhasil mengamankan DP (19) warga Sukoharjo. Dia merupakan kurir Sabu. Setelah digeledah,  petugas menemukan 1 paket sabu seberat 0,4 gram dan pipet kaca,"  kata Rico, Senin (15/01/2018).

Berita Lainnya  Nyalakan Lilin Saat Listrik Padam, Rumah Beserta Isinya Ludes Terbakar

Pasca penangkapan DP, petugas langsung melakukan pengembangan. Dari hasil yang diperoleh, petugas berhasil meringkus rekannya DY (26) warga Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo di hari yang sama.

"Dari DY, petugas berhasil mengamankan sabu seberat 0,9 gram yang terbagi dalam 3 plastik klip kecil," imbuh dia.

Usai terbongkarnya satu kasus peredaran narkoba di wilayah perbatasan, tak berselang lama, petugas kembali temukan peredaran narkoba jenis lainnya. Bukan di perbatasan, kali ini penangkapan terjadi di wilayah Kecamatan Wonosari.

Riko menyebutkan, sebanyak 3 pemuda warga Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari diringkus polisi atas kasus penyalahgunaan pil. Mereka ditangkap di depan Kantor Puskesmas Wonosari I dan berhasil menyita 95 butir pil Diazepam dan 100 butir pil Trihexyphenidyl.

“Selain itu, dari tangan DK (19) warga Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, kami juga menyita uang sebesar Rp 140.000 dari hasil penjualan pil itu,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Di Tengah Hujan Gerimis, Rumah Wasirah Kebakaran

Atas kejadian tersebut, Riko mengatakan bahwa wilayah perbatasan menjadi target operasi utama. Namun demikian, pihaknya juga tetap terus menelusuri peredaran narkoba di wilayah lain yang sudah terlanjur masuk ke Gunungkidul.

Pil Sapi Paling Sering Digunakan di Gunungkidul

Selama tahun 2017 kemarin jajaran Sat Resnarkoba Polres Gunungkidul telah mengajukan 20 kasus penyalahgunaan obat. Dari jumlah tersebut, setengah diantaranya merupakan obat berbahaya.

Kasat Resnarkoba, AKP Riko Sanjaya mengatakan, sebagian besar kasus di Gunungkidul merupakan kasus penyalahgunaan obat berbahaya, yakni obat keras yang masuk daftar G. Untuk mendapatkannya, mereka biasanya menggunakan resep dokter dengan tujuan pengobatan. Namun praktiknya, justru disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

Berita Lainnya  Nunggu Sahur Sambil Balap Liar, Sekelompok Pemuda Dibubarkan Polisi

Riko mengambil contoh, jenis obat berbahaya yang pernah ditangani selama tahun 2017 yakni pil trihexpenidyl atau dikenal sebagai pil sapi atau yarindu. Jenis pil tersebut merupakan jenis pil dengan harga termurah namun dapat menimbulkan dampak yang sama dengan psikotropika dan narkotika.

"Harganya itu cukup murah ya, sehingga banyak yang menggunakan itu karena harganya yang terjangkau. Dengan Rp 20 ribu mereka sudahh dapat 30 butir," imbuh Riko.

Lebih lanjut dikatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihaknya, pil-pil tersebut diperoleh dari rekan sesama pemakai. Mirisnya, para pelaku kejahatan tersebut masih di usia-usia produktif.

"Usia sekitar 18-23 tahun. Mereka sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan pergaulan. Ketika kami periksa juga mereka ngakunya kenal barang haram itu dari kawan-kawan mereka," lanjut Riko.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata2 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler