fbpx
Connect with us

Sosial

Berkenalan dengan Biduan Cantik Bersuara Emas Asal Gunungkidul

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Cantik mungil dengan suara sangat merdu, begitulah kira-kira yang terlihat dari penyanyi Elma Frissitya Afrisca. Gadis berbakat dengan suara emas kelahiran 19 tahun lalu tersebut mulai meniti karirnya dari panggung ke panggung sejak 2015 lalu.

Kepada pidjar.com, Elma menceritakan, menjadi biduan pop dangdut dari panggung ke panggung memang penuh risiko dan kejadian yang menggelitik. Terlebih niatnya yang menghibur dengan jogetan tipis-tipis mengikuti ritme membuat dirinya yang memang sudah cantik kadang membuat kaum adam ingin mendekat.

“Saya memang niatnya cuma menghibur, kebetulan hobi saya nyanyi. Lima tahun lalu ada saudara yang ngajak saya nyanyi,” jelas Elma, Minggu (29/11/2020).

Awal mula karirnya, ia sama sekali tak memikirkan penghasilan. Baginya menyanyi hanya merupakan hobi yang membuatnya juga terhibur.

“Tapi kok lama-lama ada yang minta tolong saya ngisi acara atau hiburan pada hajatan,” imbuh Elma.

Selain menyanyi, Elma juga mengaku cukup senang bisa berkumpul dengan teman-teman sejawatnya. Kendati mengaku kurang tidur karena jadwal manggung yang cukup padat, bertemu dengan penggemar dan menyanyi merupakan suatu hiburan yang luar biasa baginya.

“Ndak enaknya ya capek banget kurang tidur, kurang kumpul sama keluarga juga ya intinya kurang istirahat, sering sakit juga tapi tetep dipaksain kerja,” ujar gadis lulusan SMKN 3 Wonosari itu.

Remaja ini lahir ditanggal 17 Agustus, ia bersama keluarganya tinggal di Padukuhan Jeruksari, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari ini. Menurutnya, awal pandemi covid-19 ini cukup membuat penghasilannya berkurang. Dikondisi normal, hampir setiap hari ia manggung di acara-acara tertentu, tapi adanya pandemi beberapa jobnya terpaksa batal.

“Ya cuma latihan-latihan honornya cuma pas untuk bensin. Saat itu solidaritas pelaku seni cukup guyub, jadi asam pahit saat pandemi bisa kami lampaui bareng,” papar Elma.

Ia mengaku, banyak sekali pengalaman kurang mengenakan sebagai perempuan yang eksis di atas panggung. Namun baginya self control cukup penting agar tidak terjadi pelecehan yang mengarah pada seksual.

“Ya saya niatnya menghibur, banyak penonton yang mabuk deket-deket mepet-mepet. Saya usaha menghindar. Pokoknya jangan sampai ada sentuhan fisik,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler