fbpx
Connect with us

Sosial

Bupati Himbau Para Pelaku Usaha Tak Pasang Tarif Gila-Gilaan Saat Gunungkidul Banjir Wisatawan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Saat musim liburan di mana tingkat kunjungan wisatawan tinggi biasa diwarnai dengan ulah negatif para pedagang di kawasan wisata yang dengan sengaja melambungkan harga. Hal semacam ini seakan sudah menjadi keluhan wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul.

Menanggapi ulah negatif para pedagang ini, Bupati Gunungkidul, Hj Badingah mengingatkan kepada para pelaku usaha agar tidak menggunakan prinsip aji mumpung saat menyambut gelombang kedatangan wisatawan yang berkunjung. Himbauan tersebut ditekankan terutama pada pelaku usaha kuliner yang beroperasi di kawasan wisata.

Menurut Badingah, momentum libur lebaran ini harus disikapi dengan disiplin tinggi. Dalam artian banyaknya wisatawan yang menyerbu Gunungkidul tentu akan menguntungkan pelaku usaha kuliner.

"Libur kali ini harus disikapi dengan baik. Jangan menggunakan aji mumpung. Mumpung wisatawan banyak nanti harganya dinaikan kan jadi nggak baik, merusak citra kita," ujar Badingah, Sabtu (16/08/2018).

Untuk mengantisipasi hal itu, Bupati mewajibkan kepada para pelaku usaha kuliner untuk menyediakan dafar menu di setiap lokasi usaha. Namun demikian, bupati juga berharap agar pelaku usaha juga tidak menaikan harga dibandingkan hari-hari biasa.

"Layani wisatawan yang datang dengan senyum jangan sampai ada keluhan bahkan komplaim yang sampai pada kami," imbuh Bupati.

Sementara itu ketua Pokdarwis Pantai Baron, Edy mengatakan telah berkoordinasi dengan para pedagang dan penjaja jasa wisata di Pantai Baron untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Menurutnya, kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama.

"Kita berharap tidak ada pedagang yang berulah agar wisatawan nyaman dan kemudian datang kembali," kata Edy.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler