Sosial
Cerita Groginya Petugas Polisi Yang Harus Beralih Peran Menjadi Guru Pengganti Bagi Para GTT Yang Mogok Kerja
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Aksi mogok yang dilakukan Guru Tidak Tetap (GTT) di Gunungkidul yang sempat dilakukan membuat sejumlah sekolah kelabakan. Proses belajar mengajar terganggu lantaran jumlah pengajar sekolah yang terbatas.
Namun di balik mogoknya para GTT tersebut, memberikan pengalaman baru kepada para petugas kepolisian. Sejumlah anggota dari Polsek Saptosari bertransformasi menjadi guru. Meski masih dengan seragam kebesaran mereka, para petugas polisi tersebut dengan sabar dan tekun mengajar pada siswa di SD Negeri 1 Monggol 1, Desa Monggol, Kecamatan Saptosari. Turunnya para polisi ini setelah pihak sekolah meminta bantuan kepada Polsek Saptosari untuk mengisi kekosongan kegiatan belajar mengajar akibat mogoknya para GTT.
Di sekolah tersebut, terdapat empat GTT yang melakukan aksi mogok kerja atau izin tidak mengajar sejak Senin lalu. Sejumlah guru yang masih masuk kewalahan dalam mengajar siswa yang berjumlah 91 anak.
Meski terlihat kikuk pada awalnya bertemu anak-anak, seiring berjalannya waktu, para polisi yang biasa melakukan pengamanan tersebut pada akhirnya bisa segera menyesuaikan diri. Skema pengajaran yang komunikatif membuat para siswa yang ada sangat antusias dalam mengikuti sesi KBM dari para petugas tersebut.
Apalagi untuk konten pembelajaran, para petugas juga tidak terpatron pada kurikulum pendidikan. Sejumlah himbauan maupun ajakan untuk menaati peraturan terus disampaikan di sela-sela pelajaran.

Salah seorang anggota Polsek Saptosari, Aiptu Haryanto mengatakan, kedatangannya ini lantaran adanya rasa keprihatinan kepada siswa didik yang tidak mendapatkan pendampingan oleh guru. Dirinya berusaha menciptakan suasana yang asyik agar para siswa merasasa senang. Meski awalnya sempat kebingungan mengenai materi apa yang hendak disampaikan, Haryanto memaparkan bahwa ia cukup bersyukur tugas mengajarnya bisa kemudian berjalan dengan lancar.
Beralih haluan menjadi seorang pengajar disebutkan Haryanto cukup menyibukkan dirinya. Ia harus sedikit mempelajari buku-buku pelajaran di SD. Sebuah hal yang tentunya sudah puluhan tahun bahkan tidak ia lakukan. Hal ini menurutnya sangat diperlukan agar nantinya KBM bisa tetap berjalan dengan lancar dan para siswa tetap bisa mendapatkan ilmu yang memang menjadi hak mereka.
“Kita datang untuk mengisi kekosongan yang saat ini terjadi. Karena kasihan anak-anak jika tidak mendapatkan perhatian,” kata dia, Rabu (17/10/2018) kemarin.
Ia mengatakan, interaksi yang terjadi antar dirinya (anggota polri) dengan pelajar sebenarnya sudah sangat sering terjadi. Namun demikian, untuk menjadi seorang guru kelas baru pertama kali ia lakukan.
“Sebisa mungkin kita dekat dengan para siswa, menciptakan suasana nyaman dan memberikan semangat kebangsaan,” kata dia.

Salah seorang Polwan dari Polsek Saptosari membimbing siswa SD N Monggol
Sementara itu salah satu siswa di SD Negeri I Monggol, Reza Pradika mengaku sangat senang telah dibimbing oleh anggota polisi tersebut. Ia mengaku baru kali ini secara langsung diberikan materi pembelajaran oleh anggota polisi.
“Senang saja dibimbing oleh pak polisi, jadi ada kegiatan di sini,” katanya polos.
Ia mengaku bahwa tidak mengetahui penyebab pihak kepolisian datang mengisi kelas. Ia juga tidak mengetahui kenapa para guru tidak datang.
“Tidak tahu apa-apa,” katanya.
Diperoleh informasi dalam giat tersebut didukung oleh seluruh jajaran Polsek Saptosari. Sedikitnya ada empat anggota polisi yang memberikan bantuan mengajar.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
