Connect with us

Sosial

Derita Suparti, Ditinggalkan Suami Hingga Harus Hidup Dalam Kemiskinan dan Akhirnya Meninggal Dunia Karena Gizi Buruk

Diterbitkan

pada

Ngawen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Apa yang dialami oleh Suparti (48) warga padukuhan Jambu, Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen sangat memilukan. Suparti bisa jadi merupakan potret buram kemiskinan di Gunungkidul.

Sekitar 2 hingga 3 bulan ini ibu dua orang anak tersebut divonis menderita gizi buruk. Berat badannya terus menurun setiap harinya, hingga tinggal tulang dan kulit yang terlihat. Sayang, meski telah mendapat penanganan medis Jumat (15/02/2019) pagi kemarin, ia dinyatakan meninggal dunia.

Anak pertama Suparti, Nina mengatakan, selama beberapa bulan lalu Suparti telah menjalani pengobatan jalan dari rumah sakit terdekat lantaran sakit yang ia derita yakni penyakit jantung dan darah tinggi. Meski telah mendapat penanganan medis, namun tidak diimbangi dengan pola hidup sehat kemudian beban pikiran dan hidup dipikul Suparti sendiri. Hingga sejak akhir Desember lalu ia mengalami depresi lantaran tekanan permasalahan dan kondisi perekonomian.

Berita Lainnya  Animo Masyarakat Tinggi, Pemkab Rencanakan Bangun Rusunawa Jilid II

Kondisi ini membuat Suparti tidak mau makan, tubuhnya terus mengurus. Pipi yang semula layaknya orang normal berubah menjadi kempot. Sokongan dari masyarakat, medis dan pemerintah desa setempat terus digunakan untuk biaya keseharian dan pengobatan. Beberapa hari lalu, kondisinya justru memburuk hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit.

“Dari dokter mengatakan jika mamak menderita depresi yang memicu kekurangan gizi karena tidak mau makan. Sempat drop kemudian membaik setelah mendapatkan infus, tapi kemarin malam drop lagi,” terang Nina, Jumat (15/02/2019).

Dari dokter dan masyarakat berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan layanan terhadap Suparti. Untuk biaya pengobatan sendiri dicover dengan BPJS, kemudian untuk biaya wira wiri yakni sokongan dari warga dan beberapa donatur lain. Sayangnya, pada pagi kemarin, ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Duka mendalam tentu dirasakan oleh pihak keluarga terlebih 2 orang anaknya yang masih belia.

Berita Lainnya  Kabupaten Layak Anak, Gunungkidul Masih Gagal Naik Status

“Kalau sebelumnya itu bisa bicara tapi ngelantur. Untuk makan ya yang halus-halus,” imbuh dia.

Suparti meninggalkan 2 orang anak perempuan. Anak terakhirnya masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Selama beberapa tahun belakangan ini ia hanya hidup sendiri bersama anak-anaknya itu dengan beban perekonomian yang mendesak dirinya. Maklum, suaminya pergi meninggalkan dirinya sejak beberapa tahun lalu. Ia hanya tinggal di rumah yang sangat kecil itu pun pembangunannya swadaya masyarakat.

Rumah yang tidak begitu layak untuk orang yang menderita sakit dan memiliki anak-anak kecil. Dengan instalasi listrik menumpang milik tetangganya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Jurangjero, Aris Wijayadi membenarkan jika salah seorang warganya divonis menderita gizi buruk dan pagi kemarin dinyatakan meninggal dunia. Sebenarnya masyarakat dan pemerintah desa telah berusaha memberikan bantuan untuk kelangsungan dan perbaikan kesehatan Suparti namun justru Tuhan berkehendak lain.

Berita Lainnya  Sempat Viral, Surat Edaran SDN Karangtengah III Yang Wajibkan Siswanya Berbusana Muslim Akhirnya Dicabut

“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Ada beberapa langkah yng akan kami ambil sebelumnya, salah satunya besok pagi akan membenahi rumahnya (Suparti) tapi beliau meninggal dunia,” ucap dia.

Tentunya hal semacam ini menjadi pembelajaran dan perbaikan dari semua kalangan dan instansi. Dari desa sendiri akan berupaya semaksimal mungkin dalam memperhatikan, melakukan pendampingan dan pemantauan bagi warga sekiranya kurang mampu. Agar tidak ada lagi yang terkena gizi buruk, depresi hingga meninggal dunia.

Menurut dia, pemecahan permasalahan Suparti tidak putus sampai di sini. Masih ada pekerjaan rumah untuk masyarakat dan pemdes untuk memberikan pelayanan atau perubahan bagi anak-anak yang ditinggalkan, entah itu dalam bentuk apa.

“Ini akan kami koordinasikan secepatnya. Mengingat satu anaknya masih sekolah dasar dan satu belum bekerja. Mudah-mudahan ada titik terang setelah ini,” tutup dia.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata2 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler