Pendidikan
Ditinggal Kerja, Ayah Tiri Perkosa Putrinya
Wonosari,(pidjar.com)– Miris yang dialami oleh seorang remaja perempuan berusia 15 tahun asal Kapanewon Patuk. Bagaimana tidak, selama beberapa kali ia harus mendapatkan perlakuan tak pantas dan harus memuaskan nafsu ayah tirinya. Lantaran tak tahan dengan perlakuan bejat tersebut, remaja ini kemudian melaporkan apa yang ia alami selama ini ke ibunya dan langsung ditindaklanjuti laporan resmi ke kepolisian untuk ditindak secara hukum.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Ahmad Mirza mengatakan, Minggu (24/11/2024) malam sekitar pukul 22.30 WIB pelajar SMK tersebut berada di rumahnya bersama K yang merupakan ayah tirinya. Sebab ibunya tidak berada di rumah karena bekerja di luar daerah dan jarang pulang. Saat itu, pelajar ini diajak untuk melakukan hubungan suami istri oleh ayah tirinya.
Namun pelajar tersebut menolak ajakan tersebut. Ia justru mendapat ancaman dan paksaan dari ayah tirinya itu, berbalut rasa takut dan lainnya pelajar ini kemudian menceritakan ke Ibunya atas perlakuan tak pantas tersebut. Dari situ, apa yang dialami oleh remaja perempuan selama beberapa eaktu terakhir kemudian terkuak.
Tak terima dengan perlakuan suaminya itu, ibu korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Gunungkidum untuk dilakukan proses hukum. Setelah dimintai keterangan, korban mengaku telah diajak melakukan hubungan suami istri sebanyak 3 kali oleh ayah tirinya itu.
“Korban mengakui 3 kali diajak berhubungan di rumahnya. Korban ini dipaksa oleh pelaku dan selalu mendapat ancaman,” terang Kasat Reskrim saat dikonfirmasi, Jumat (29/11/2024).

Berbekal pengakuan korban dan pemeriksaan saksi serta barang bukti yang didapatkan oleh pihak kepolisian, tanggal 28 November 2024 kemarin petugas berhasil menangkap K saat tengah berada di kawasan jalur Jogja-Wonosari. Sekitar pukul 03.00 WIB, K dibawa ke Polres Gunungkidul untuk dilakukan pemeriksaan atas kasus pencabulan terhadap anak tirinya tersebut.
“Saat ini masih dalam pemeriksaan. Kalau untuk pelaku sudah kami lakukan penahanan juga,” paparnya.
Ia mengatakan ancaman seperti apa yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban masih dalam tahap pendalaman data oleh tim penyidik. Adapun tindakan yang dilakukan oleh pelaku ini sudah terjadi berulang sejak tahun 2023 lalu.
“Sementara pelaku mengaku 3 kali melakukan hubungan persetubuhan dengan korban,” pungkas Kasat Reskrim.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
