Sosial
Dituding Tak Netral Selama Pilkades, Puluhan Warga Ngestirejo Tuntut Camat Tanjungsari Dicopot
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Puluhan warga Ngestirejo mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyatakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul pada Rabu (27/11/2019) pagi tadi. Kedatangan para warga yang merupakan timses salah satu calon kepala desa Ngestirejo pada Pilkades beberapa hari lalu bertujuan untuk mengadukan dugaan ketidaknetralan Camat Tanjungsari, Rakhmadian. Camat Tanjungsari dianggap memihak salah satu calon saat proses Pilkades yang berlangsung. Warga sendiri menuntut, Rakhmadian untuk dicopot dari jabatannya lantaran pelanggaran berat tersebut.
Pantauan di lapangan, puluhan warga mendatangi kantor DP3AKBPMD sejak pukul 08.00 WIB. Sebanyak 25 orang perwakilan dari dua orang calon kades tidak terpilih di Ngestirejo tersebut keberatan dengan Camat Tanjungsari yang dianggap memihak salah satu calon. Puncaknya, adalah terkait dengan viralnya video Camat Tanjungsari yang dianggap menampakkan euforia berlebih atas terpilihnya salah satu calon yang diduga sejak awal didukungnya.
Pemimpin rombongan, Hari Pranowo Ristianto, menjelaskan, kedatangan puluhan warga tersebut tidak hanya berasal dari masa pendukungnya saja. Namun juga dari massa pendukung Thomas Probowidiarto calon kades Ngestirejo lainnya. Para warga tersebut merasa jengkel dengan ulah Camat Tanjungsari yang dianggap sejak awal memihak Wahyu Suhendri, yang pada akhirnya memenangkan pemilihan.
“Kami perwakilan warga masyarakat Desa Ngestirejo menyampaikan pengaduan terhadap adanya indikasi kecurangan dalam proses pemllihan Kepala Desa Ngestirejo yang dilakukan oleh Camat Tanjungsari. Bahwa camat Tanjungsarl berlaku tidak adil dengan memihak kepada salah satu calon,” ungkap Ristianto, Rabu siang.
Dalam kesempatan tersebut pihaknya menyampaikan beberapa poin indikasi kecurangan. Paparan tersebut langsung disampaikan oleh sejumlah saksi mata. Selain keterangan para saksi, pihaknya juga memberikan temuan bukti-bukti yang diklaim dapat dipertanggungjawabkan yang menunjukkan bahwa Rakhmadian yang seharus berperan sebagai pengawas justru ikut bermanuver untuk kemenangan salah satu calon.

“Poin pertama yang kami sampaikan adalah Camat Tanjungsari di berbagai kesempatan sering mengajak , mempengaruhi, dan menyuruh warga Desa Ngestirejo untuk memllih salah satu calon yaitu Wahyu Suhendri. Camat juga pernah menemui beberapa tokoh dan para kasepuhan mengajak agar memilih dan bersedia mensukseskan Wahyu Suhendri menjadi Kepala Desa Ngestirejo,” urainya.
Kemudian pada poin selanjutnya menurut Ristanto bahwa sudah menjadi rahasia umum apabila Camat Tanjungsari rajin berkunjung ke padukuhan-padukuhan. Pihaknya menganggap dalam kunjungan-kunjungan tersebut, Rakhmadian mempunyai misi tersembunyi untuk secara tidak langsung mengarahkan warga untuk memilih calon tertentu. Hal tersebut dilakukan jauh-jauh hari sebelum pemilihan kepala desa dilakukan.
Ia juga menyebut bahwa Rakhmadian merupakan orang yang mendorong dan memberi dukungan penuh kepada Wahyu Suhendri maju dalam pemilihan kepala desa. Selain itu juga dirinya menyebut bahwa ibu Camat Tanjungsari Dalam satu kesempatan ikut pula mengajak salah satu warga Desa Ngestirejo untuk memilih Wahyu Suhendri.
“Dengan segala pengaruhnya Camat Tanjungsari terindikasi mengatur personalia kepanitiaan,” terangnya.
Bukti video yang beredar luas di masyarakat perilaku Camat yang ikut serta merayakan kemenangan Wahyu Suhendri secara berlebihan bersama tim suksesnya dianggap merupakan jawaban dari dugaan keberpihakan camat kepada salah satu calon. Dengan adanya bukti rekaman tersebut, pihaknya menganggap bahwa dugaan yang selama ini dirasakan terkait ketidaknetral dan memihak merupakan sebuah bukti dan jawaban.
“Ulah Camat Tanjungsari tersebut kami rasa tidak etis serta memberi kontribusi besar atas terpecahnya warga masyarakat Ngestirejo yang sebenarnya menginginkan pemilihan yang fair,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, dampak dari adanya video tersebut memecah kalangan masyarakat. Saat ini, sebagian kalangan masyarakat Ngestirejo dibuat jengkel dan marah ketika melihat camat yang seharusnya pengayom dan pelindung semua warga justru merayakan kemenangan jagonya dengan berjingkrak-jingkrak di depan Balai Desa Ngestirejo. Selain itu camat juga diketahui memberikan ucapan selamat sebelum panitia selesai membuat rekapitulasl hasil penghitungan di 8 TPS.
“Ulah camat yang terekam dalam video tersebut seketika menjadikan suasana yang adem ayem kondusif berubah marah kecewa jengkel dan tidak kondusif,” terang dia.
Berdasarkan fakta dan alasan yang disampaikan itu, pihaknya meminta pemangku kebijakan dalam pilkades kali ini yakni, DPBAKBPMD Kabupaten Gunungkidul untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap setiap tahapan pelaksanaan Pilkades Ngestirejo. Selain itu pihaknya juga memohon kepada Isnpektorat daerah segera melakukan pemeriksaan terhadap Camat Tanjungsari dan memberi sanksi tegas.
“Terakhir kami memohon kepada Bupati Gunungkidul memberhentikan Camat Tanjungsari karena telah melanggar sumpah jabatan untuk senantiasa berlaku adil agar di wilayah Kecamatan Tanjungsari khususnya di Ngestirejo ke depan tercipta suasana harmonis dan kondusif,” katanya.
Sementara itu, Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul, Sudjoko belum bisa berkomentar banyak terkait hal itu. Pihaknya pada pagi tadi hanya sebatas mendengar aspirasi warga masyarakat. Ke depan, ia menjanjikan akan meninlanjutinya dengan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan jajaran dan melakukan klarifikasi dengan Camat Tanjungsari.
“Poinnya tadi warga merasa jengkel dengan ulah Pak Camat. Saya belum klarifikasi, nanti lebih lanjutnya,” beber Sudjoko.
Saat dikonfirmasi, Camat Tanjungsari, Rakhmadian membantah tuduhan dari massa timses Risyanto dan Thomas. Menurutnya yang terjadi adalah kesalahpahaman saja. Menurut Rakhmadian, kedatangannya ke TPS dalam video yang viral beredar tersebut adalah untuk menyerahkan hadiah kambing. Selama Pilkades ini, pihak Kecamatan Tanjungsari memang membuat terobosan dengan memilih TPS terbaik dari 3 desa yang melaksanakan Pilkades. Masing-masing TPS di desa-desa yang menggelar Pilkades dinilai dan pemenangnya mendapatkan hadiah kambing.
“Jadi kemarin itu saya ke sana untuk menyerahkan hadiah. Saya juga tidak menyangka akan ada sampai dijunjung oleh masyarakat,” papar dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
