Info Ringan
Enam Manfaat Ekstrak Bunga Daisy Untuk Kecantikan Kulit
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bunga daisy kerap diekstrak karena memiliki beragam kandungan yang bermanfaat, baik untuk kesehatan maupun kecantikan kulit. Dalam sebuah penelitian berjudul ‘The Pharmacological Importance of Bellis Perennis’ yang dilakukan oleh seorang pharmacology professor bernama Ali Esmail Al-Snafi, kandungan yang terdapat dalam ekstrak bunga daisy, antara lain adalah flavonoid, polypenol, hingga saponin. Kandungan tersebut bermanfaat sebagai anti-microbial, anti-oksidan serta anti-inflamasi. Tak hanya memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, ekstrak daisy juga dapat dimanfaatkan untuk merawat kecantikan kulit. Berikut beberapa manfaatnya:
Menyamarkan Noda Hitam Atau Flek
Noda hitam atau flek yang muncul akibat paparan sinar matahari bisa muncul di area wajah seperti hidung, pipi, dahi, bahkan telinga dan kulit tangan. Nah, kandungan L-arbutin yang ada pada bunga daisy dapat membantu menyamarkan noda hitam.
Meratakan Warna Kulit
Selain dapat menyamarkan noda hitam pada wajah akibat paparan sinar UV, kandungan l-arbutin pada ekstrak daisy juga mampu mengatasi masalah warna kulit yang tidak merata. Ekstrak daisy dapat meratakan warna kulit yang belang secara natural.

Membantu Melawan Penuaan Dini
Tak hanya flek hitam, hiperpigmentasi, dan juga warna kulit yang belang, paparan sinar matahari juga menjadi salah satu penyebab utama munculnya tanda-tanda penuaan dini. Nah, ekstrak daisy juga memiliki kandungan anti-oksidan seperti, malic acid dan tartaric acid, yang dapat membantu mengencangkan kulit, sehingga keriput dan garis halus menjadi tersamarkan.
Alternatif Dari Kandungan Pencerah
Banyak kandungan skin care untuk mencerahkan wajah yang memberikan efek samping pada kulit, salah satunya hydroquinone. Sebagai bunga yang memiliki kandungan pencerah alami, ekstrak daisy pun banyak digunakan dalam produk pencerah kulit.
Mengobati Memar dan Luka Terbuka
Dikenal dengan kualitas pereda nyeri (anodyne), ekstrak Daisy dapat digunakan untuk mengobati luka. Pada masa Romawi kuno, tanaman ini digunakan untuk mengobati prajurit yang terluka. Selama abad pertengahan, bunganya juga digunakan untuk mengobati memar, keseleo, atau pembengkakan sendi.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized3 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
