fbpx
Connect with us

Info Ringan

Enam Mitos Tentang Batuk

Published

on

Jogja,(pidjar.com)–Batuk adalah mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari lendir, benda asing, mikroba, serta berbagai hal yang dapat menimbulkan iritasi. Karena bisa terjadi pada siapa saja dan dapat jadi tanda adanya kondisi berbahaya, tak sedikit mitos seputar batuk beredar di masyarakat. Nah, agar Anda tak lagi terjebak dengan informasi palsu, berikut ini adalah fakta di balik mitos batuk yang populer di masyarakat dilansir dari klikdokter.

Mitos: Semua Batuk Disebabkan oleh Infeksi

Faktanya, batuk tak hanya bisa disebabkan oleh infeksi, namun juga alergi, gangguan lambung atau jantung. Mekanisme batuk yang terjadi bergantung pada penyebab yang mendasari. Misalnya, batuk akibat alergi. Dalam kasus ini, Anda akan batuk apabila terpapar dengan zat alergen (pemicu alergi). Namun ketika sudah tidak lagi terpapar, batuk dapat berangsur pulih.

Mitos: Antibiotik Membuat Batuk Lebih Cepat Sembuh

Faktanya, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Dalam kasus ini, antibiotik tidak dapat memberikan hasil yang optimal. Karena pada dasarnya, antibiotik adalah obat yang hanya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Jadi, apabila Anda batuk karena naiknya asam lambung akibat infeksi bakteri di saluran pencernaan, mengonsumsi antibiotik tidak akan berguna.

Mitos: Batuk Lama Pasti Disebabkan oleh Tuberkulosis (TB)

Faktanya, batuk berkepanjangan tak melulu terjadi akibat tuberkulosis. Beberapa penyakit lain, seperti bronkitis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), gagal jantung, alergi, asma, dan kanker paru juga dapat menyebabkan kondisi batuk yang demikian. Untuk memastikan penyebab utama batuk berkepanjangan, sebaiknya lakukanlah pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Jangan main hakim sendiri, karena bisa saja diagnosis Anda salah.

Mitos: Obat Batuk Dapat Menyebabkan Kantuk

Faktanya, rasa kantuk hanya akan terjadi jika Anda mengonsumsi obat batuk yang mengandung antihistamin berupa chlorpheniramine maleate. Apabila obat batuk yang Anda konsumsi tidak memiliki kandungan tersebut, rasa kantuk tentu tidak akan terjadi. Hal yang Anda alami bisa saja sugesti dari efek plasebo obat tersebut.

Mitos: Kehujanan atau Udara Dingin Dapat Menyebabkan Batuk Pilek

Faktanya, batuk pilek akibat kehujanan atau udara dingin hanya akan dialami oleh penderita alergi atau orang-orang yang sensitif terhadap kondisi tersebut. Jika Anda tidak alergi dan tidak sensitif terhadap suhu dingin namun tetap merasakan batuk, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri (bukan akibat suhu).

Mitos: Sup Hangat atau Alkohol Bisa Sembuhkan Batuk Pilek

Faktanya, rasa nyaman yang ditimbulkan oleh makanan maupun minuman yang menghangatkan tubuh dapat memberi sugesti bahwa penyakit telah membaik. Namun, hal tersebut tidak berarti bahwa sup atau alkohol dapat menyembuhkan batuk maupun pilek yang Anda alami.

Mitos: Makanan Asam Bisa Menyebabkan Batuk

Faktanya, hingga saat ini belum ada bukti mengenai makanan asam dapat menyebabkan batuk.  Justru, yang bisa menjadi penyebab batuk adalah makanan manis atau bersifat merangsang tenggorokan. Risikonya bisa makin tinggi jika kondisi tubuh Anda sedang sensitif atau tidak fit.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler