fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Entaskan Kekeringan, Pemerintah Kaji Bangun Bendungan Besar di Banyusoca

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tengah melakukan kerjasama dengan Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWS) untuk melakukan pengkajian pembangunan SPAM Regional. Langkah ini diambil untuk memenuhi pasokan air bersih bagi masyarakat Gunungkidul dan daerah di sekitarnya. Proses kajian berkaitan dengan proyek ambisius ini dalam waktu dekat akan dilakukan untuk mengetahui potensi sumber air bawah tanah yang dimiliki.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana, Bappeda Gunungkidul, Bambang Riyanto mengungkapkan, pemerintah memiliki mimpi besar jangka panjang untuk memanggulangi permasalahan pasokan air bersih di Gunungkidul. Seperti diketahui, ratusan ribu warga Gunungkidul terus dihantui bencana kekeringan manakala kemarau tiba. Adapun untuk mewujudkan mimpi ini, Pemkab Gunungkidul terus menjalin kerjasama dengan instansi terkait lainnya. Salah satu program yang tercetus yakni pemerintah akan membuat SPAM Regional di wilayah Banyusoca untuk pemenuhan air bersih.

“Kajian awal sudah dilakukan, kemudian melanjutkan koordinasi mengenai program ini. Tapi ini tidaklah instan dan prosesnya cukup panjang,” kata Bambang, Kamis (19/03/2020).

Adapun nantinya aliran air dari sungai bawah tanah itu akan dinaikkan kepermukaan dengan menggunakan teknologi canggih. Kemudian pemerintah akan membuat sebuah bendungan besar di wilayah Banyusoca dengan membendung sebagian aliran sungai Oya. Dari situ air akan diolah dan didistribusikan ke wilayah Gunungkidul.

Berita Lainnya  Bertambah 1, Lansia 87 Tahun Pasien Positif Corona Meninggal Dunia

“Yang paling utama adalah untuk pemenuhan air bersih di Gunungkidul, wilayah Saptosari, Wonosari, Patuk, Paliyan, Panggang, Purwosari dan sebagian daerah utara,” tambahnya.

Untuk Spam Regional ini, nantinya jika seluruh wilayah Gunungkidul sudah terpenuhi, kemudian stok air nantinya akan dijual ke wilayah Bantul, Sleman hingga ke Prambanan. Kemungkinan ini sangat terbuka mengingat dalam kajian awal yang dilakukan, debit air di aliran sungai bawah tanah tersebut sangat melimpah dan diperkirakan akan mencukupi sejumlah daerah cakupan.

Sementara untuk wilayah timur, pasokan air bersih akan mengoptimalkan dari sumber di Tanjungsari dan Seropan maupun Bribin. Beberapa konsep pembenahan pun mulai dibahas oleh instansi terkait dengan meminta bantuan Pemkab Gunungkidul.

Berita Lainnya  Derita Warga Kayuareng Pasca Pembangunan Reservoir Ratusan Juta, Air Justru Tak Mengalir

“Harapannya memang masalah air dapat terselesaikan dengan baik. Kita tahu selama ini air menjadi problem yang belum terselesaikan,” imbuh dia.

Saat ini, pasokan air bersih yang didapat oleh warga tidak hanya dari PDAM saja, melainkan dari Spamdus pun juga berkontribusi.

Ketua Pamaskarta Gunungkidul, Damanhuri mencatat ada 238 unit Spamdus yang beroperasi di Gunungkidul. Namun dalam perkembangannya, ada tujuh Spamdus yang kemudian berhenti beroperasional.

“Ada tujuh yang mati dan kesemuanya berada di wilayah zona selatan Gunungkidul. Itu karena sumbernya yang kering,” kata Damanhuri

Menurut dia, matinya Spamdus-spamdus itu banyak yang disebabkan karena debit air dari sumur air dalam telah mati sehingga tidak bisa digunakan kembali. Keberadaan debit ini sangat krusial karena menjadi faktor penting terhadap layanan kepada pelanggan. Pihaknya akan terus melakukan pendataan terkait dengan pembaharuan data terkait dengan Spamdus di Gunungkidul.

“Semoga bisa dioptimalkan untuk pemenuhan air bersih bagi warga. Pendataan terus akan kami upayakan,” ujar dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler