Connect with us

Pariwisata

Genjot Lama Tinggal Wisatawan, Bupati Dorong Investor Masuk Bangun Hotel dan Resort di Gunungkidul

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Tumbuh dan berkembangnya hotel dan resort di obyek wisata Gunungkidul disadari atau tidak akan sangat berdampak kepada semakin moncernya pariwisata di Gunungkidul. Imbasnya cukup besar yakni pada pendapatan pariwisata lantaran hadirnya hotel dan resort tersebut nantinya akan berdampak pada bertambahnya masa tinggal wisatawan yang selama ini dinilai masih sangat kurang. Berkaitan dengan hal ini, Pemerintah Kebupaten Gunungkidul membuka diri kepada pra investor untuk masuk dan melakukan pembangunan di sektor ini.

Bupati Gunungkidul, Badingah menyatakan mendukung dan mendorong pembangunan hotel dan resort yang ada di Gunungkidul. Namun demikian, ia lebih menyarankan kepada para investor untuk lebih banyak membangun resort.

“Harapan saya itu tidak membangun hotel yang tinggi, tetapi membangun resort kecil, selain biaya murah juga ramah lingkungan,” kata Badingah, Rabu (05/12/2018).

Ia menjelaskan, alasan pembangunan resort lebih tepat karena 53 persen wilayah di Gunungkidul merupakan kawasan karst. Pembangunan resort dinilai lebih aman.

Berita Lainnya  Promosikan Wisata Bahari Gunungkidul, HRF Kembali Gelar Kompetisi Mancing Skala Nasional  

”Kalau dibangun hotel tinggi, nanti kalau ambleg (jebol karena sinkhole atau lubang yang biasa muncul di kawasan karst) bagaimana? Kita malah jadi beban,” terang dia.

Ia mengatakan, dengan adanya penambahan jumlah resort, nantinya akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab, selain dari pajak nantinya juga akan berdampak terhadap kunjungan pariwisata yang selama ini menjadi penyumbang terbesar PAD.

“Nanti kan menambah lama tinggal wisatawan di sini. Beberapa sektor lain tentu juga akan merasakan dampaknya. Sehingga berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Kabid Pendapatan dan Pengawasan, Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Mugiyono menyebutkan, angka pajak hotel, losmen hingga home stay yang masuk setiap tahunnya mencapai Rp 700 juta. Sedangkan untuk pajak hiburan mencapai Rp 154 juta.

Berita Lainnya  Indah dan Terpencil, Pantai Sedahan Jadi Langganan untuk Wisata Camping

“Target pajak tahun ini Rp 43 miliar, capaian itu sudah mencapai 90 persen. Tahun depan kita target Rp 47 miliar,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidu, Asti Wijayanti mengatakan saat ini lama tinggal wisatawan di Gunungkidul masih berada pada angka 1,44 hari. Artinya rata-rata wisatawan datang pagi dan pulang pada sore hari. Para wisatawan tersebut sebagian besar masih menginap di Jogja.

“Di Gunungkidul belum ada hotel dan penginapan yang mampu menampung ratusan wisatawan. Itu masih menjadi kendala bagi kami. Salah satu contohnya, pernah kita promosi kemudian mereka tanya bisa menampung 12 bis, dan kami terpaksa menjawab di sini tidak ada sehingga kemudian mereka memilih lokasi lain untuk menginap,” kata dia.

Klik untuk Komentar

Berita Terpopuler