Pemerintahan
Gunungkidul Menjadi Pemasok Terbesar Kacang Tanah di DIY
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kacang tanah menjadi komoditas pertanian andalan di Kabupaten Gunungkidul. Hal ini dilihat dari persentase dimana Gunungkidul menjadi penyumbang kacang tanah terbesar di DIY dibanding kota dan kabupaten lainnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan,pada tahun 2017 kemarin hampir 97 persen kacang tanah yang ada di DIY berasal dari pertanian Gunungkidul. Hal ini lantaran luas panen kacang tanah mencapai 61.257 hektare.
Luas lahan ini jauh dibanding kabupaten lainnya seperti Kabupaten Kulonprogo hanya panen 530 hektar saja. Pun begitu dengan Bantul hanya 1.942 hektar dan Sleman panen 2.239 hektar.
“Pertanian kacang di Gunungkidul memiliki potensi yang besar dibanding kota dan kabupaten lain di DIY,” ujarnya, Selasa (24/04/2018).
Pertanian kacang pun lebih diminati para petani lantaran perawatannya yang tidak begitu sulit dan harga jualnya yang imbang. Berbeda dengan pertanian kedelai dimana harga jualnya tidak seimbang dengan perawatan yang dinilai sulit.

Oleh karena petani kedelai semakin berkurang, membuat pihaknya mulai mengurangi produksi kacang tanah untuk menggenjot produksi kedelai. Melihat kenyataan, panen kacang tanah yang besar di Gunungkidul sangat berbanding terbalik dengan ketersediaan kedelai yang masih kurang.
“Ada program dari pemerintah pusat untuk peningkatan luas tanam kedelai sehingga kita agak mengerem kacang tanah jangan terlalu tinggi luas tanahnya,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang petani kacang tanah di Padukuhan Keruk, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Trisuryanik mengatakan, yang menjadi kendalanya di lahan pertanian kacang yakni serangan hama penyakit dan tikus. Namun apabila masuk musim penghujan hasilnya cukup baik dan melimpah.
“Dari lahan seluas 1.000m2 milik saya, setidaknya dapat menghasilkan hampir satu kwintal kacang. Dalam setahun biasanya bisa panen hingga dua kali ketika musim penghujan,” jelasnya.
Ia mengatakan, apabila masuk musim penghujan, pertanian kacang dinilai cukup bagus. Berbeda dengan musim kemarau dimana kemungkinan hanya tanaman singkong yang dapat tumbuh. Harga jualnya pun juga tidak begitu tinggi.
“Kami bersyukur kalau masa penghujan, karena sawahnya tadah hujan. Kalau kemarau, akses airnya masih sulit. Ya harapannya dapat bantuan agar masyarakat mengakses air semakin gampang untuk pertanian, meski masuk musim kemarau,” terangnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
