Connect with us

Pemerintahan

Hujan Tak Kunjung Kembali Turun, Pemerintah Pertimbangkan Perpanjang Status Darurat Kekeringan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hujan yang tak kunjung kembali turun membuat pemerintah mempertimbangkan untuk memperpanjang status darurat kekeringan yang saat ini diberlakukan. Status darurat kekeringan sudah ditetapkan sejak awal November 2018 silam. Sebelumnya, pemerintah sempat akan mencabut status ini yang berarti berimplikasi pada dihentikannya pemberian bantuan air bersih kepada masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki menuturkan, dalam mengambil kebijakan, pemerintah sebenarnya berpatokan pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dalam perkiraan cuaca yang dirilis beberapa waktu lalu, hujan diperkirakan akan merata terjadi di Kabupaten Gunungkidul pada minggu ketiga November ini.

Namun hingga saat ini menurut Edy, hujan justru tidak turun di Gunungkidul. Meski sempat terjadi hujan, namun sekarang ini, hujan tak lagi turun.

Berita Lainnya  Masyarakat Berhak Ikut Awasi Penggunaan Dana Desa

“Kita masih melihat situasi. Sebenarnya memang agak kuatir karena hujan berhenti di Gunungkidul,” katanya.

Ia menjanjikan, jika hingga minggu ketiga ini hujan masih belum juga turun, pihaknya akan memperpanjang status darurat kekeringan. Edi sendiri menambahkan, berdasarkan peraturan, untuk penetapan status darurat kekeringan ini, ada pembatasan lama waktu yaitu hanya berkisar satu bulan.

Menurutnya jika hujan tidak kunjung turun pihaknya akan menghitung kembali anggaran yang dibutuhkan untuk memperpanjang status darurat kekeringan.

“Untuk dropping air saat ini intensitasnya sudah mulai dikurangi, sebelumnya setiap hari kami mengirim 6 tangki air, tapi saat ini hanya 4 tangki,” katanya.

Adapun sejumlah wilayah memang masih terdampak kekeringan. Kawasan di utara saat ini menjadi prioritas penanganan dari BPBD Gunungkidul. Beberapa kecamatan yang terpantau masih membutuhkan bantuan dropping air adalah Kecamatan Ngawen, Nglipar, Semin.

Berita Lainnya  Hadapi Kemarau Panjang di Gunungkidul, Stok Pangan Diklaim Aman

“Tapi ada juga di kawasan selatan seperti sebagian Kecamatan Tepus, sementara untuk Kecamatan Panggang laporan dari Kasi Kesos Kecamatan Panggang sudah tidak membutuhkan lagi. Namun untuk jumlah pastinya masih kita data dari teman-teman di lapangan,” katanya.

Adapun bantuan dropping air bersih saat ini masih menggunakan anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT). Hal ini lantaran anggaran droping air bersih tahun 2018 sudah habis sejak Oktober 2018 lalu. Anggaran droping air bersih yang dikelola BPBD Gunungkidul sendiri selama 2018 adalah sebanyak Rp 638 juta.

“Penggunaan BTT ini mekanismenya adalah dengan menukarkan pengeluaran ke BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah). Artinya setiap pengeluaran seperti membeli air, ganti spare part, hingga membeli BBM, nanti SPJ-nya diajukan ke BKAD,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Panggang, Sumbiyono menambahkan, sebagian besar wilayahnya pada tahun 2018 ini memang terdampak kekeringan. Sebenarnya dari pemerintah kecamatan telah mengalokasikan anggaran untuk membantu dropping air. Namun sama seperti BPBD, anggaran ratusan juta ini sudah habis pada Oktober 2018 silam lantaran besarnya permohonan bantuan dari masyarakat.

Berita Lainnya  Kerumunan Dalam Antrian BST, Pemkab dan Polisi Siapkan Penindakan

“Anggarannya ada sekitar Rp 147 juta untuk 6 desa yang terdiri dari 44 padukuhan. Untuk bulan ini kita mengajukan anggaran tambahan,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler