Connect with us

Sosial

Kasihan, Belasan Warga Gunungkidul Yang Idap Gangguan Jiwa Masih Hidup Dalam Pemasungan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar,com)–Belasan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih harus hidup dalam pemasungan. Mereka terpaksa dipasung oleh keluarga lantaran sering mengamuk dan membahayakan baik keluarga maupun masyarakat. Ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi biaya pengobatan membuat akhirnya mereka tak mempunyai pilihan lain selain memasung ODGJ tersebut.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul, Purwono Sulistyo mengungkapkan, berdasarkan data yang masuk ke pihaknya, sedikitnya ada 46 warga Gunungkidul yang masuk dalam kategori ODGJ. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 diantaranya harus hidup dalam pemasungan.

“Jumlah ini bisa berkembang dan saya yakin lebih banyak karena ada kerabat dari ODGJ yang enggan dievakuasi atau bahkan didata dengan berbagai macam alasan,” kata Purwono, Rabu (18/07/2018) siang.

Berita Lainnya  Konvoi Puluhan Anggota Geng Motor Dicegat, Polisi Amankan Bambu dan Kayu

Bentuk pemasungan yang terjadi sendiri disebutkan Purwono saat ini berkembang menjadi berbagai macam. Di Gunungkidul, sebagian besar ODGJ dipasung dengan cara dikurung di dalam kamar. Hanya satu orang saja yang terpantau dilakukan perantaian.

Dipaparkan Purwono, meski hanya dikurung di dalam kamar, akan tetapi hal semacam ini tetap saja tidak boleh dilakukan. Pemasungan merupakan hal yang melanggar hak-hak ODGJ sebagai manusia dengan dibatasi pergerakan untuk beraktifitas.

“Hak-haknya sebagai manusia tidak dipenuhi karena memang dibatasi,” katanya.

Terkait hal ini, Purwono mengaku bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk diantaranya Puskesmas-puskesmas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) serta relawan lainnya yang tergabung dalam tim anti pasung DIY. Pihaknya melakukan penyisiran di seluruh Kabupaten Gunungkidul untuk mendata dan kemudian mengevakuasi para ODGJ untuk diobati.

Berita Lainnya  Bupati Gunungkidul Larang Pegawai Pemkab Hadiri dan Gelar Acara Buka Bersama

Pengobatan merupakan salah satu hal utama yang harus dilakukan sebelum mengembalikan para ODGJ ke kehidupan bermasyarakat.

“Kita bekerjasama dengan Puskesmas-puskesmas untuk melakukan evakuasi,” imbuh dia.

Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos Gunungkidul yang juga menjadi bagian dari tim anti-pasung DIY, Winarto menambahkan, usia yang ODGJ yang terdaftar berada di rentang usia 21 tahun hingga 70 tahun. Menurut dia, tak mudah untuk melakukan evakuasi terhadap penderita OGDJ yang dilakukan pemasungan atau pengurungan. Seringkali, keluarga menolak untuk dievakuasi karena berbagai alasan.

"Ada yang menolak karena sudah diobatkan ke sejumlah lokasi tetapi tidak sembuh, dan keluarga memilih untuk merawat sendiri karena tidak ingin membebani keluarga, bahkan negara. Ada juga yang mengusir petugas. Saya pernah mencoba masuk ke rumah sudah ditolak dan disuruh pergi,"ucapnya

Berita Lainnya  Sultan Akui Masih Sulit Atasi Masalah Kekeringan di Gunungkidul

Dia mengakui, untuk penyembuhan biasanya OGDJ dilakukan pembinaan di balai rehabilitasi sosial bina karya dan bina laras (RSBKL) Yogyakarta untuk menyalurkan potensinya, sehingga mampu bermanfaat untuk diri sendiri dan masyarakat. Selain itu penderita juga harus mengkonsumsi obat-obatan yang bisa diperoleh gratis.

"Jika sudah membaik dan dirasa siap, baru akan dikembalikan ke keluarga," katanya

Dia mengatakan, saat ini pihaknya hanya bisa mengevakuasi dua orang ODGJ yang dipasung. Kemarin baru satu orang di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar.

"Ke depan mungkin di Panggang atau lokasi lainnya masih kita data terlebih dahulu," ujar Winarto.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler