Connect with us

Sosial

Kenali Resiko Hamil dan Melahirkan di Usia Muda

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kehamilan merupakan sesuatu hal yang banyak diidamidamkan pasangan suami istri. Namun jika tidak direncanakan secara baik, kehamilan dapat menjadi beresiko yang membahayakan bagi ibu dan calon buah hati. Terutama kehamilan pada ibu muda.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, rencana dalam mempersiapkan kehamilan sangatlah penting untuk dilakukan. Sebab jika tidak terencana dapat berdampak buruk bagi ibu dan anaknya.

Dewi mengambil contoh, kehamilan pada usia muda yakni di bawah 20 tahun sangatlah rentan terhadap serangan berbagai risiko yang ada. Hal ini dikarenakan alat reproduksi usia kurang dari 20 tahun dianggap belum matang.

"Jadi, ketika melahirkan pun akan beresiko tinggi pada keselamatan kelahiran," ujar Dewi, Kamis (04/01/2018).

Berita Lainnya  Tunggak Pajak Hingga 9 Miliar, Gedung Megah Milik Pengusaha Disita KPP Pratama

Selain resiko keselamatan ibu dan sang bayi, Dewi menambahkan, resiko lainnya ialah adanya kemungkinan bayi lahir secara prematur. Tidak hanya prematur bayi pun menjadi rentan terhadap serangan penyakit.

"Berat badan saat lahir biasanya juga rendah dan akan berdampak pada gizi buruk," imbuh dia.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Priyanto menjelaskan bahwa resiko hamil muda sangatlah kompleks. Nantinya selain gangguan pada kesehatan ibu dan bayi juga dapat memicu terjadinya gangguan psikis.

Sebab menurutnya, jika usia ibu yang hamil masih dibawah 20 tahun, keluarga itu belum siap secara mental. Kehidupan jadi kurang harmonis dan bahkan menyebabkan depresi atau stres akibat belum adanya kesiapan itu.

Berita Lainnya  Musnahkan Ratusan Botol Miras, Kapolres Tebar Ancaman

"Banyak masalah yang akan timbul nantinya. Buruknya lagi jika tidak harmonis lalu gagal berumah tangga dan akan menyebabkan depresi," terang dia.

Priyanto menyarankan, kehamilan haruslah direncanakan, baik persiapan secara fisik, umur, psikologis dan kondisi ekonomi. Maka usia ideal untuk kehamilan ialah usia diatas 20 tahun. Sehingga dengan begitu, jika orang tua dari sang bayi sudah siap, maka dapat menekan segala resiko yang kemungkinan timbul.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler