Connect with us

Sosial

Kisah Luqman, Bocah 5 Tahun Yang Sembuh Dari Penyakit Hati Kronis Berkat Sumbangan Hati Ibunya

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Luqman Nurhidayat (5), warga Padukuhan Ngalihan, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari yang nampak sangat aktif beraktifitas. Layaknya, bocah-bocah lain seusianya, ia asyik bermain-main dengan segala barang yang ditemukannya maupun berlarian. Melihat keceriaan anak pasangan Tumiyo (43) dan Sri Daryani (35) ini, tak ada yang menyangka bahwa bocah tersebut setahun silam bahkan nyaris terancam maut lantaran penyakit hati yang dideritanya.

Lukman kala itu hanya bisa terbaring lemas yang dideritanya lantaran menderita penyakit sirosis hepatis yang merupakan penyakit liver kronis. Kondisi fisiknya sangat memprihatinkan. Matanya berwarna kuning dan perutnya membuncit.

Saat ditemui dalam acara syawalah Keluarga Penyintas Kanker Gunungkidul (KPKG) di Bangsal Sewokoprojo pada Minggu (01/07/2018) kemarin, Luqman nampak sudah sepenuhnya sehat.

Diungkapkan oleh sang ibu, Sri Daryani, sebelumnya ia hanya pasrah atas kondisi anaknya tersebut. Hal ini lantaran untuk pengobatan, membutuhkan biaya yang sangat banyak. Ia dan suaminya tak mempunyai banyak pilihan di tengah keterbatasan ekonomi yang dialaminya.

Berita Lainnya  Pancasila Jadi Perekat Kehidupan Bangsa Indonesia

Di tengah duka yang harus dirasakannya tersebut, pada pertengahan tahun 2017 silam, ia mendapatkan keajaiban ketika mendapatkan bantuan dari sebuah organisasi social asal Jepang. Tak hanya biaya saja, namun juga Luqman mendapatkan penanganan langsung dari 5 orang dokter asal Jepang.

“Sudah dioperasi pada November 2017 silam dan Alhamdulillah saat ini Luqman sudah sehat dan bisa beraktifitas seperti biasa,” beber Sri.

Untuk kesembuhan Luqman, Sri sendiri rela mendonorkan sebagian hatinya. Bagian hatinya tersebut yang kemudian dicangkokkan ke hati Luqman yang memang sudah rusak kronis dan tidak lagi berfungsi.

“Operasinya membutuhkan biaya 1,8 miliar. Semuanya gratis,” kata dia.

Ia sendiri sangat bersyukur karena tak hanya biaya operasi yang gratis, akan tetapi juga biaya kontrol juga mendapatkan tanggungan. Untuk biaya susu khusus pun juga telah ada donator.

Berita Lainnya  Gerakan Beli Sayur Mayur Langsung Dari Petani Untuk Dibagikan ke Masyarakat Korban Pandemi

“Terima kasih yang terhingga untuk semua pihak yang telah membantu kesembuhan anak saya,” lanjutnya.

Luqman sendiri memang bukan penderita kanker, namun semangat untuk sembuh dan rasa persaudaraan yang kuat dari para keluarga penderita kanker di Gunungkidul membuatnya tertarik untuk ikut bergabung. Awalnya ia sama-sama bertemu dengan Ngadiyono, pendiri KPKG di RS Sardjito ketika hendak kontrol. Kala itu ia saling berbagi kisah perihal pendampingan terhadap sang buah hati dalam melawan penyakit berbahaya.

“Atas rasa senasib sepenanggungan tersebut kemudian kami ikut bergabung,"ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPKG Ngadiyono mengatakan, perkumpulan yang didirikan Januari 2018 ini untuk mengajak penyintas kanker tidak malu dan minder. Dengan perasaan yang kuat untuk sembuh, maka nantinya akan sangat berguna dalam penanganan ataupun penyembuhan penyakit.

Berita Lainnya  Lengangnya Rumah Sakit Rujukan Covid Gunungkidul, Tinggal Belasan Pasien Positif Jalani Perawatan

Saat ini, KPKG terdiri dari 26 orang penderita kanker yang tergabung. Dari jumlah tersebut, 14 diantaranya merupakan anak-anak.

“Kita berharap ini menjadi wadah para penderita kanker agar bisa berjuang bersama. Kami sangat merasakan bahwa berjuang sendiri itu sangat berat,” beber dia.

Sementara itu, Pembina SPKG, Desiyanti menambahkan, dengan adanya keluarga penyintas ini diharapkan bisa memberikan semangat dalam perjuangan melawan penyakit kanker. Dirinya sendiri memiliki penyakit kanker tulang yang diidap sejak beberapa tahun terakhir sehingga memaksanya menggunakan kursi roda.

"Kenapa namanya penyintas, kami tidak ingin dikatakan penderita. Kalau penderita kok kelihatannya menderita banget ya," ucap wanita yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Gunungkidul ini.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata8 jam yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata7 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Berita Terpopuler